BNI Layani Transaksi Keuangan Polda Sumbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., menjalin kesepakatan dengan Kepolisian Daerah Sumatra Barat untuk melayani transaksi keuangan di lembaga tersebut.

    Rahmad Hidayat, Pemimpin Wilayah BNI Padang yang mencakup Sumbar, Riau, Kepulauan Riau, dan Kerinci mengatakan kerjasama itu untuk mempermudah layanan transaksi perbankan, terutama terkait pembayaran tunjangan kinerja, pemberian fasilitas produk konsumer dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan transaksi lainnya di kepolisian.

    “Kami berikan fasilitas transaksi perbankan untuk seluruh layanan keuangan di lingkungan kepolisian,” katanya, Rabu, 10 Mei 2017.

    Rahmad menantangani kesepakatan layanan transaksi perbankan itu langsung bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Brigjen Pol Fachrizal.

    Menurutnya, kerjasama itu merupakan kelanjutan dari MoU antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan BNI sebelumnya di Jakarta. Kerjasama itu menyangkut kebutuhan transaksi perbankan di lingkungan kepolisian.

    Usai penandatangan, BNI menyerahkan langsung kartu debit promoter yang didesain khusus untuk kepolisian.

    “Sebagai wujud komitmen kami memberikan layanan terbaik, BNI mempersembahkan kartu co-branding promoter khusus untuk kepolisian,” kata Rahmad.

    Dia menyebutkan dengan kartu BNI Polri Promoter itu, anggota kepolisian dapat memiliki beragam kartu yang dikeluarkan BNI. Mulai dari kartu debit dengan desain khusus, kartu BNI tapcash, dan kartu kredit BNI.

    Adapun, kartu Promoter adalah singkatan dari profesional, modern dan terpercaya. Penerbitan kartu itu juga bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang mengampanyekan cashless society atau gerakan nasional non tunai (GNNT).

    Kerjasama itu diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak, khususnya membantu kepolisian mengelola keuangan secara profesional, transparan, akuntabel, dan modern.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.