Simpang Susun Semanggi Rampung 90 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelesaian pengerjaan jembatan simpang susun semanggi, Jakarta, 21 Maret 2017. Pengerjaan proyek Jembatan Simpang Susun Semanggi ditargetkan rampung Agustus 2017 mendatang. Tempo/Tony Hartawan

    Penyelesaian pengerjaan jembatan simpang susun semanggi, Jakarta, 21 Maret 2017. Pengerjaan proyek Jembatan Simpang Susun Semanggi ditargetkan rampung Agustus 2017 mendatang. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur SDM dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (WIKA), Novel Arsyad, mengatakan pembangunan Simpang Susun Semanggi hampir selesai. Pengerjaan proyek sudah 90 persen rampung.

    Novel mengatakan WIKA baru saja selesai memasang balok (box girder) pada 25 April lalu. "Sekarang tinggal ramp (jalan turunan) dan parapet (pembatas jembatan)," kata dia di Gedung Magister Management FEB UGM, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017.

    Baca: Kurangi Macet, Simpang Susun Semanggi Bakal Rampung Juli

    Novel mengatakan WIKA juga akan mulai memasang lampu warna-warni di pinggir jembatan. Ia berharap lampu itu bisa jadi ikon baru Jakarta.

    Pengerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam dua bulan. Pasalnya jalan layang melingkar itu akan dioperasikan pada 17 Agustus 2017.

    Simpang Susun Semanggi dirancang menggunakan teknologi canggih. Dua flyover dibuat tiga dimensi dan melingkar dengan menggunakan 333 segmental box girder. Novel menyebutnya sebagai banana effect. Novel mengatakan metode banyak diapresiasi negara lain karena butuh presisi tinggi dalam pemasangan.

    Simak: Ahok Sebut Simpang Susun Semanggi Jatah 'Preman'

    Anggaran untuk Simpang Susun Semanggi sebesar Rp 360 miliar. Dana berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada yang merupakan anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.