AP II Minta Udara Pontianak Bebas Layang-Layang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Makassar Moh Ramdan Pomanto, mencoba menaiki salah satu layang-layang pada festival layang-layang di Pantai Akkarena, Makassar, 24 Agustus 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

    Walikota Makassar Moh Ramdan Pomanto, mencoba menaiki salah satu layang-layang pada festival layang-layang di Pantai Akkarena, Makassar, 24 Agustus 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II minta permainan layang-layang diawasi dengan ketat oleh pemerintah daerah di Kalimantan Barat supaya tidak masuk ke dalam area jalur penerbangan udara langit Kota Pontianak.

    Manager Operasional dan Servis Angkasa Pura II Cabang Pontianak Zulbrito Radikar mengatakan, pihaknya sangat mengkhawatirkan aktivitas permainan layang karena bisa saja mengenai mesin baling-baling pesawat.


    “Kami sebenarnya paling dekat dengan bahaya tersebut, kami mohon layang-layang tidak terbang ke area jalur udara pesawat. Apalagi bandara kita sudah dilirik untuk mengangkut dan menurunkan penumpang dari maskapai internasional,” kata Zulbrito di Pontianak, Rabu, 10 Mei 2017.

    Dia melanjutkan, para maskapai internasional kalau ngeluh terhadap persoalan di bandara tertentu maka akan diketahui oleh semua maskapai internasional lainnya.

    Menurutnya, saat ini bandar udara Supadio Pontianak sudah disinggahi maskapai Air Asia tujuan Kuala-Lumpur.

    Dalam waktu dekat akan bertambah lagi sejumlah maskapai internasional yang melayani penerbangan dari bandara tersebut.

    “Air Asia sekarang 3 kali seminggu, sebelum launching akan menjadi setiap hari penerbangan. Selain itu, nanti juga Air Asia tujuan Kuching setiap air, lalu semoga jadi Express Air dan Wings Air ke Kuching,” ucapnya.

    Tak hanya penerbangan internasional, bandara tersebut juga tempat parkirnya maskapai lokal seperti Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Sriwijaya, Lion Air, dan Kalstar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.