Pertamina Bentuk Satgas Pantau Ketersediaan BBM & LPG

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tabung gas Elpiji. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Tabung gas Elpiji. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk memastikan keamanan pasokan dan kelancaran distribusi BBM dan LPG selama Ramadhan hingga lebaran, PT Pertamina MOR VI Kalimantan membentuk satuan tugas yang akan bekerja aktif mulai H-15 hingga H+15 lebaran.

    "Agar pemantauan stok BBM dan LPG lebih komprehensif, diperkuat dengan person in charge dari berbagai fungsi diantaranya Sales Excecutive baik Retail Maupun Domestic Gas, Aviasi, Supply & Distribution, Keuangan, IT dan didukung penuh oleh Hiswana Migas serta berbagai fungsi dan instansi terkait lainnya," jelas Area Manager Communication and Relation Pertamina Kalimantan Alicia Irzanova, Rabu, 10 Mei 2017.


    Dari sisi persiapan pasokan, Pertamina juga akan menyiagakan supply point BBM dan LPG mulai H-5 lebaran untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi harian.

    Perseroan sendiri memprediksikan konsumsi akan meningkat selama bulan puasa hingga lebaran, mengingat aktifitas dapur dan pergerakan kendaraan akan meningkat menjelang lebaran.

    Untuk itu, Pertamina menambah pasokan BBM dan LPG dengan jumlah yang bervariasi untuk tiap-tiap daerah, rata-rata kenaikan pasokan sebesar 7 persen untuk BBM dan 6 persen untuk LPG.

    "Untuk Kaltim, kami siapkan pasokan sebanyak 925 KL per hari, atau naik 3 persen dari stok harian normal. Sedangkan Pertalite akan disiapkan 646 KL per hari, atau naik 16% dari hari-hari normal," sambungnya.

    Tidak jauh berbeda dengan produk BBM, Pertamina juga telah menyiapakan antisipasi kenaikan konsumsi produk LPG khususnya 3 Kg. Kenaikan konsumsi LPG 3 Kg diperkirakan mencapai angka 8 persen atau sekitar 360 MT per hari jika dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal.

    Sedangkan untuk LPG Non-Subsidi diprediksi mengalami penurunan hingga 30 persen dengan rata-rata konsumsi 71,53 MT per hari.

    Selain itu, konsumsi Avtur juga diperkirakan naik hingga 10 persen menjadi 386 KL per hari, mengingat adanya penambahan jadwal penerbangan menjelang arus mudik dan balik.

    "Angka tersebut merupakan prediksi kenaikan yang terjadi di DPPU Sepinggan yang melayani kebutuhan penerbangan di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Kota Balikpapan," tutup Alicia.

    Sebagai tambahan informasi, DPPU Sepinggan melayani sebanyak kurang lebih 88 penerbangan komersial maupun charter dari 32 maskapai serta melayani penerbangan dari Angkatan Udara sebanyak rata-rata 2 penerbangan setiap harinya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.