Pesan Sri Mulyani: Rakornas Tempat ASN untuk Saling Belajar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Mensesneg Pratikno (ketiga kanan), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono (kedua kanan) dan Seskab Pramono Anung (kiri) sebelum mengikuti rapat terbatas tentang  Persiapan Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Kantor Presiden, Jakarta, 3 Mei 2017. ANTARA FOTO

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Mensesneg Pratikno (ketiga kanan), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono (kedua kanan) dan Seskab Pramono Anung (kiri) sebelum mengikuti rapat terbatas tentang Persiapan Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Kantor Presiden, Jakarta, 3 Mei 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini menyampaikan paparan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mengusung tema "Transformasi Digital dalam Manajemen Aparatur Sipil Negara". Sri Mulyani secara khusus memberikan pesan kepada para pengelola kepegawaian dari seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang hadir.

    Baca: Kementerian Keuangan Tak Andalkan Lagi Sektor Migas

    "Saling belajar mumpung sedang Rakornas, belajar inovasi dengan daerah lain, jangan jadi tempat untuk menghabiskan biaya perjalanan anda," ujarnya, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017.

    Sri Mulyani meminta seluruh ASN yang hadir dapat mengoptimalkan manfaat dari Rakornas, mengingat untuk penyelenggaraannya menyedot anggaran negara yang tak sedikit. "Kita kan sering kumpul kayak gini, belanja barang dan operasional kita terlalu tinggi, kalau misalnya kumpul nggak ada manfaatnya sama saja dengan merugikan negara dua kali."

    Sri Mulyani menuturkan kesempatan Rakornas seperti ini sebaiknya digunakan untuk bertukar informasi, pengetahuan, dan inovasi antar kementerian/lembaga. "Lalu tularkan kepada teman-teman dan anak buah di tempat anda bekerja," ucapnya.

    Sri Mulyani kemudian menekankan pentingnya mendesain teknologi untuk membantu ASN menjalankan tugas dengan efektif dan efisin dalam melayani masyarakat. "Jaga komitmen untuk menjalankan tugas sebagai ASN, gunakan semua fasilitas secara bijaksana untuk mencapai tujuan bangsa bukan tujuan kita berbeda."

    BKN kini mengelola sekitar 4 juta ASN yang diharapkan dapat melakukan inovasi teknologi untuk memperbaiki dan mengubah kultur birokrat yang menciptakan profesionalisme. Sri Mulyani mencontohkan cara dia mengatur ASN di kementerian yang dipimpinnya, membawahi 70 ribu pegawai di pusat dan daerah.

    "Bagaimana kita tahu staf kita mendapat mutasi ke tempat lain untuk berkembang, bagaimana mereka mendesain karirnya supaya semakin maju bukan semakin apatis," ujarnya. Menurut Sri Mulyani, teknologi dapat membantu pekerjaan semakin cepat, khususnya membantu menilai dan mengevaluasi kinerja. "Tapi bukan berarti sembrono, dengan teknologi tetap mengkompromikan tata kelola yang baik."

    Salah satu menilai kinerja itu kata Sri Mulyani melalui mekanisme penentuan target di awal tahun dan melakukan komputerisasi kinerja dari masing-masing individu untuk diukur dan kemudian dikombinasikan dengan performa institusi secara keseluruhan. "Jadi kita buat reward dan penalty yang jauh lebih akurat."

    Sri Mulyani menambahkan pemanfaatan teknologi juga perlu dilengkapi dengan divisi sumber daya manusia dan manajemen yang baik. "Saya percaya aset yang paling berharga dari institusi adalah manusianya, kalau manajemennya bagus akan menciptakan keadilan dan transparansi di institusi," ucapnya.

    Baca: BKN Luncurkan Program Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil

    Sri mengatakan peranan ASN sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kemajuan bangsa dan negara. "Teknologi hanya bisa membantu ketika dikembalikan pada orang yang memiliki komitmen, integritas, dan profesionalitas untuk
    melayani masyarakat."

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...