Investasi Energi, Rusia Tawarkan Pembangkit Listrik Gas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tiang listrik. dailymail.co.uk

    Ilustrasi tiang listrik. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -Rusia menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Indonesia untuk mendukung kebutuhan energi listrik. Salah satu bidang yang ditawarkan adalah pembangkit listrik tenaga gas.

    Baca: Ketua DPD: Rusia Serius Tawarkan Kerja Sama

    CEO Dewan Bisnis Rusia-Indonesia Mikhail Kuritsyn mengatakan perusahaan energi Rusia siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi Tanah Air. Keberadaan delegasi bisnis Rusia di Indonesia antara lain untuk menjajaki kerja sama di bidang energi terkait gas, berupa PLTG, pencairan, pengangkutan, penyimpanan gas dan lainnya, serta pembangkit listrik turbin gas.

    Baca: Temui Ketua DPD, Rusia Kembali Tawarkan Teknologi Nuklir

    "Kami bukan saja menawarkan produk, tetapi juga siap dalam pembiayaan dan menjadi mitra bagi perusahaan lokal, termasuk kerja sama dalam bentuk BOT (build operate transfer)," ujar Kuritsyn dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri, Rabu, 10 Mei 2017.

    Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan bisnis Indonesia-Rusia bertema Investing in Indonesia's Energy and Infrastucture Sectors yang diselenggarakan oleh Direktorat Eropa III, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

    Forum tersebut mempertemukan pelaku bisnis dari Rusia, yaitu Dewan Bisnis Indonesia-Rusia dan Global Consult (Grup Gazprombank) dengan sejumlah pelaku bisnis Indonesia.

    Sementara itu, Direktur Eropa III Ardian Wicaksono menyampaikan pertemuan ini sebagai langkah untuk lebih menggali peluang dan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan kedua pihak, khususnya di sektor energi dan infrastruktur.

    Pertemuan diharapkan dapat mendukung peningkatan hubungan kedua negara dengan hasil-hasil konkret yang disepakati dan ditindaklanjuti oleh para peserta kedua pihak. "Kesepakatan-kesepakatan bisnis diharapkan dapat dicapai untuk persiapan Sidang Komisi Bersama  (SKB) Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik Indonesia-Rusia ke-12 di Moskow pada Oktober 2017," kata Ardian Wicaksono.

    Para pelaku bisnis kedua pihak melakukan one-on-one meeting untuk memperoleh kesepakatan konkret. Terselenggaranya kegiatan ini dapat memberikan harapan bagi pemerintah daerah dan pihak swasta di bidang energi untuk mewujudkan proyek-proyek kelistrikan sebagai hasil kerja sama bilateral Indonesia-Rusia.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.