Aksi Beli Asing Topang Penguatan IHSG  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 10 Mei 2017, dibuka menguat 0,90 poin seiring dengan investor asing yang masih melakukan aksi beli. 

    IHSG BEI dibuka 0,90 poin atau 0,02 persen menjadi 5.697,95 poin. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 0,22 poin (0,02 persen) menjadi 947,05 poin.

    "Investor asing yang masih melakukan aksi beli menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG. Kondisi itu menunjukkan sentimen dari dalam negeri tidak sampai mempengaruhi penilaian investor asing untuk berinvestasi di Indonesia," kata Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, di Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017.

    Ia menambahkan, faktor fundamental ekonomi dalam negeri yang kondusif merupakan salah satu faktor utama bagi investor dalam menempatkan dana di dalam negeri.

    Ia mengatakan harapan kenaikan peringkat Indonesia menjadi level layak investasi (investment grade) juga masih tetap terjaga. Situasi itu akan menjaga fluktuasi IHSG bergerak dalam kisaran yang stabil.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menuturkan cadangan devisa Indonesia yang diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun juga turut membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak terus menguat.

    Di sisi lain, kata dia, lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi naik proyeksi pertumbuhan Tiongkok dan Jepang pada 2017 menyusul berlanjutnya dukungan kebijakan dan kuatnya sejumlah indikator, seperti indeks aktivitas sektor manufaktur, juga akan berimplikasi positif bagi pasar saham Asia.

    Adapun bursa regional di antaranya indeks bursa Nikkei naik 58,88 poin (0,30 persen) ke 19.901,88, indeks Hang Seng menguat 147,27 poin (0,59 persen) ke 25.036,30, dan Straits Times menguat 12,99 poin (0,40 persen) posisi 3.249,97.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.