BUMN - Pesantren Diminta Bersinergi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan; Sri Mulyani Indrawati (kanan) berbincang dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (tengah) sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menteri Keuangan; Sri Mulyani Indrawati (kanan) berbincang dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (tengah) sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mendorong sinergi antara BUMN dan pondok pesantren terutama dalam hal perbaikan ekonomi pesantren setempat.

    "Kami dorong sinergi antara BUMN dengan pesantren, terutama dalam hal perbaikan ekonomi. Namun di satu sisi, BUMN memang harus menyehatkan diri selaku koorporasi," kata Rini saat berkunjung ke Pesantren Zainul Hasan Genggong di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin, 8 Mei 2017.

    Menurutnya, BUMN juga harus bisa membantu masyarakat terutama umat muslim untuk meningkatkan ekonominya karena salah satu program BUMN yakni "BUMN Hadir Untuk Negeri" dan hal itu sudah ditekankan oleh Presiden Joko Widodo.

    Baca:  25 BUMN Rugi Rp 3 Triliun Awal 2017

    "Kami mencanangkan program bagaimana bisa menyejahterakan masyarakat melalui kerja sama dengan BUMN secara teknis maupun membantu dalam bidang infrastruktur sehingga umat muslim terutama santri di pesantren ini bisa mendapatkan perbaikan sarana dan prasarana, ekonomi maupun pendidikan," tuturnya.

    Ia mengatakan sinergi antara BUMN dengan pesantren bisa dilakukan dalam sektor usaha, seperti pendirian stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) atau stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE).

    LihatKementerian BUMN Luncurkan Kartu BUMN

    "Dalam bidang pendidikan bisa juga membangun sekolah menengah kejuruan atau balai pelatihan sehingga santri bisa lebih memiliki kemampuan ketika terjun di lapangan kerja," katanya.

    Rini juga melihat di sekitar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggongg terdapat banyak pabrik gula (PG) sehingga jika ada lahan bisa dimanfaatkan untuk menanam tebu karena berguna untuk mendukung produktivitas gula nasional. "Lahan juga bisa dimanfaatkan untuk budi daya atau peternakan sapi, baik untuk kategori penggemukan sapi maupun kategori sapi perah. Saya harap para santri juga ikut andil dalam program sinergi BUMN dengan pesantren ini," ujarnya.

    Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong KH Mutawakkil Allalah berharap kedatangan Menteri BUMN bisa lebih memperkuat hubungan antara pemerintah dengan pondok pesantren. "Kami harapkan BUMN ini menjadi mitra strategis dalam beberapa aspek, mulai dari pendidikan dan juga infrastruktur. BUMN diharapkan benar-benar memberikan perhatian perihal operasional yang dibutuhkan pesantren demi menciptakan anak bangsa yang berpendidikan dan berakhlak baik," tuturnya.

    Ia mengatakan tujuan pesantren ini selaras dengan Nawacita Presiden Jokowi pada poin ke-8 yakni revolusi karakter, sehingga penanaman iman dan akhlak akan membentuk generasi yang religius nasionalis. "Tentunya generasi seperti ini yang kita harapkan bisa terwujud seperti yang dicetuskan oleh Proklamator Kemerdekaan, sekaligus Presiden pertama RI Soekarno yakni berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian berdasarkan budaya bangsa," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.