Mudik 2017, Kementerian Perhubungan Tambah Jadwal Penerbangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktu Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury meninjau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 April 2017. Tempo/Vindry

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktu Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury meninjau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 April 2017. Tempo/Vindry

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso memperkirakan peningkatan penumpang pesawat terbang sebesar 9,8 persen. Penumpang penerbangan domestik naik 10 persen dan penumpang penerbangan internasional naik 8,5 persen.

    Baca: Antisipasi Lebaran, Garuda Siapkan 45 Ribu Kursi Tambahan

    "Itu nantinya akan kami sediakan extra flight. Rencananya selama tujuh hari sebelum dan sesudah Lebaran untuk lima juta penumpang," kata Agus seusai rapat koordinasi terkait dengan mudik Lebaran 2017 di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa, 9 Mei 2017.

    Kementerian Perhubungan, menurut Agus, telah menyiapkan 532 pesawat terbang untuk mudik Lebaran. Sekitar 50 persen dari jumlah tersebut, kata dia, telah menjalani ramp check. "Tiga minggu ke depan sekitar 300 pesawat lagi dan akan selesai pada tiga minggu sebelum Lebaran," tuturnya.

    Baca: Menhub Tinjau Kesiapan Beroperasi Terminal 3 Soekarno-Hatta

    Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo menambahkan, untuk menyambut mudik Lebaran, kementeriannya juga akan menginstruksikan penambahan jam operasi bandara di seluruh Indonesia. "Sistem reservasinya juga kami buka," ujar Sugihardjo.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta penambahan jam operasional selama tiga jam di bandara Yogyakarta, Solo, dan Semarang saat mudik Idul Fitri 2017. Penambahan jam operasional itu bertujuan untuk mengurangi kepadatan angkutan Lebaran di Jakarta.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.