Sri Mulyani: Target Pertumbuhan Ekonomi Tak Akan Diubah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum mengikuti rapat terbatas tentang  Persiapan Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Kantor Presiden, Jakarta, 3 Mei 2017. Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank akan berlangsung pada 12-14 Oktober 2018 mendatang di Nusa Dua, Bali. ANTARA FOTO

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum mengikuti rapat terbatas tentang Persiapan Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Kantor Presiden, Jakarta, 3 Mei 2017. Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank akan berlangsung pada 12-14 Oktober 2018 mendatang di Nusa Dua, Bali. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2017 cukup baik. Ia menegaskan tak akan mengubah target pertumbuhan tahun ini yaitu di kisaran 5,1-5,3 persen.

    Sri Mulyani mengatakan mesin pertumbuhan ekonomi di kuartal I berperan merata. Konsumsi pemerintah masih dinilai positif. Hasil pengurangan anggaran tahun lalu diklaim akan memberikan dampak positif. 

    Baca: Jokowi Klarifikasi Tuduhan Salah Klaim Soal Pertumbuhan Ekonomi

    "Karena realisasi APBN 2016 jika dibandingkan APBN Perubahan sebetulnya belanja lebih rendah," kata Sri Mulyani di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan, Jakarta, Selasa, 9 Mei 2017.

    Baca: Kepala BPS Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik

    Untuk menjaga pertumbuhan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah berupaya mengutamakan belanja modal produktif seperti arahan Presiden Joko Widodo. Sementara belanja barang akan dikendalikan dan dialihkan menjadi belanja modal produktif.

    Baca: Menko Darmin Sebut Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

    Sementara mesin konsumsi sempat terganjal tekanan harga pangan. Namun Sri Mulyani mengatakan deflasi selama dua bulan terakhir menunjukkan tanda yang positif. "Ini awal yang baik dan cukup stabil untuk Ramadan dan hari raya," kata dia.

    Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan terus mengawasi barang-barang kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan harga. Dengan begitu, inflasi bisa tetap terjaga.

    Dari sisi ekspor, Sri Mulyani mengatakan sektor tersebut sudah mulai pulih. Pertumbuhan ekspor sudah mulai terlihat sejak Desember tahun lalu. Pertumbuhannya mulai netral dari yang sebelumnya negatif. "Bahkan slidely positif," katanya.

    Begitu juga dengan investasi. Tahun lalu, investasi melemah. Korporasi dan perbankan masih konsolidasi karena adanya penurunan harga komoditas dan kelesuan investasi. Namun kini Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan kredit perbankan cukup positif dibandingkan tahun lalu.

    Ia pun mencatat kenaikan minat perusahaan untuk melantai di bursa dan neraca korporasi yang menunjukkan kepercayaan diri terhadap investasi mulai pulih.

    Sri Mulyani mengatakan pemerintah tetap harus waspada karena kondisi ekonomi dunia. Meski sudah nampak adanya pemulihan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian dari berbagai kebijakan di negara maju masih menimbulkan resiko ke bawah.

    Ia mengatakan pemerintah akan terus menjaga momentum positif yang saat ini sedang bergulir. "Agar mesin pertumbuhan bisa tetap terjaga antara konsumsi, investasi, pemerintah, dan luar negeri," ujarnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2017 sebesar 5,01 persen. Angkanya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2016 yaitu 4,92 persen. Pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini juga lebih tinggi dari kuartal IV 2016 yang sebesar 4,94 persen.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.