IHSG Jakarta Islamic Index Berbalik Melemah di Akhir Sesi I

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham (IHSG) syariah, Jakarta Islamic Index (JII) berbalik melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 9 Meri 2017.

    Indeks syariah dibuka dengan penguatan 0,55 persen atau 4,04 poin di level 735,87, namun melemah 0,49 persen atau 3,58 poin ke 728,24 di jeda siang. Sepanjang siang ini, indeks syariah bergerak di kisaran 728,24--737,91.

    Baca
    Mandiri Online Diduga Diretas, BI Gelar Investigasi  
    Kunjungi Jayapura Besok, Ini Kegiatan Jokowi
    Tolak Kontrak Asing Diteruskan, Buruh Pelabuhan JICT Ancam Mogok  

    Dari 30 saham yang diperdagangkan, sebanyak 8 saham menguat, 17 saham melemah, dan 15 saham stagnan. Pelemahan saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) masing-masing sebesar 4,95 persen dan 2,41 persen menekan laju JII siang ini.

    Sejalan dengan JII, indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik turun 0,07 persen atau 3,89 poin ke level 5.703,97 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan 0,39 persen atau 22,39 poin di level 5.730,25. Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak di kisaran 5.703,97 - 5.745,85.

    Saham-saham yang melemah siang ini:




















    ADRO

    -4,95 persen

    UNTR

    -2,41 persen

    LPPF

    -4,44 persen

    ASII

    -0,28 persen


    Saham-saham yang menguat siang ini:




















    UNVR

    +0,54 persen

    WSKT

    +1,75 persen

    ICBP

    +0,29 persen

    SSMS

    +1,79 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.