IHSG Berbalik Melemah, Sektor Tambang Anjlok di Akhir Sesi I

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir 2016, ditutup menguat 15,32 persen dibandingkan Januari 2016 di level 5.297. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 9 Mei 2017. IHSG berbalik melemah 0,07 persen atau 3,89 poin ke level 5.703,97 di akhir sesi I, setelah dibuka menguat 0,39 persen atau 22,39 poin di posisi 5.730,25.

    Baca: Enam Sektor Melemah, IHSG Turun Tipis di Sesi I

    Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak di kisaran 5.703,97 - 5.745,85. Sebanyak 131 saham menguat, 170 saham melemah, dan 243 saham stagnan dari 544 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    Baca: IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.616-5.740

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor tambang yang anjlok 2,46 persen, diikuti sektor industri dasar yang turun 0,59 persen. Adapun dua sektor naik, yaitu sektor konsumer dan finansial dengan penguatan masing-masing 0,52 persen dan 0,39 persen.

    IHSG terus menguat sepanjang pagi hari sejak pembukaan perdagangan tadi, namun, penguatan IHSG semakin menipis hingga akhirnya berbalik melemah, walau tipis.

    Di pasar regional, indeks FTSE Straits Time Singapura siang ini terpantau menguat 0,26 persen, indeks SE Thailand melandai 0,03 persen, indeks PSEi Filipina melemah 0,24 persen, sedangkan indeks FTSE Malay KLCI naik 0,11 persen.

    Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,32 persen atau 43 poin ke Rp13.338 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.313-13.342.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.