Analis Prediksi Rupiah Lanjutkan Penguatan Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Akibat anjloknya Rupiah, sebagian pihak menganggap Rupiah adalah mata uang sampah, namun sebagian pihak memprediksi, pekan depan Rupiah akan membaik. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Akibat anjloknya Rupiah, sebagian pihak menganggap Rupiah adalah mata uang sampah, namun sebagian pihak memprediksi, pekan depan Rupiah akan membaik. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan laju nilai tukar rupiah berpotensi kembali menguat dalam perdagangan hari ini. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran support Rp 13.337 dan resisten Rp 13.294.

    Reza mengatakan potensi penguatan lanjutan terlihat dari adanya pembalikan arah laju rupiah ke zona hijau. "Diharapkan sentimen yang ada, terutama dari penguatan laju euro terhadap dolar Amerika Serikat, dapat kembali berlanjut," kata dia seperti dilansir keterangan tertulis, Selasa, 9 Mei 2017.

    Pergerakan positif rupiah kemarin salah satunya dipicu apresiasi euro. Euro yang meningkat melampaui laju dolar Amerika memberikan sentimen positif terhadap pergerakan sejumlah laju mata uang Asia, termasuk rupiah.

    Sentimen positif lain adalah sikap positif pelaku pasar terhadap rilis data-data makroekonomi. Pertumbuhan GDP ataupun antisipasi Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi disambut positif. Selain itu, naiknya cadangan devisa dari US$ 121,8 miliar menjadi US$ 123,3 miliar turut memberikan tambahan sentimen positif pada laju Rupiah.

    Reza berharap sikap positif tersebut masih ditunjukkan pelaku pasar dalam perdagangan hari ini. Dengan begitu, nilai tukar rupiah diharapkan bisa kembali menguat.

    Pergerakan kurs rupiah kemarin rebound dengan ditutup menguat 0,26 persen ke Rp 13.295 per dolar Amerika. Rupiah sebelumnya dibuka melemah 0,02 persen di Rp 13.333 per dolar Amerika.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.