Hari Ini IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan di perdagangan hari ini. Menurut dia, IHSG berpeluang menuju level support di area 5.691 dan 5.674.

    Reza mengatakan peluang penguatan lanjutan muncul setelah IHSG bergerak di zona hijau kemarin. "Meski perlu juga diwaspadai adanya aksi jual yang memanfaatkan kenaikan tersebut," kata dia seperti dilansir keterangan tertulis, Selasa, 9 Mei 2017. Ia mengatakan laju IHSG pun dapat cenderung kembali terkonsolidasi setelah penguatan tinggi tersebut.

    IHSG kemarin ditutup menguat 0,43 persen di level 5.707,82. Reza mengatakan penguatan indeks didorong kenaikan kembali sejumlah harga minyak mentah dunia. Dampaknya, emiten-emiten komoditas khususnya batubara kembali menguat. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali masuk pada saham-saham batubara yang di akhir pekan sebelumnya cenderung anjlok.

    Beberapa saham kapitalisasi besar pun ikut terangkat. Saham terdorong aksi beli pelaku pasar yang memanfaatkan pelemahan sebelumnya.

    Reza mengatakan sentimen yang mengikuti pasar ekuitas kemarin antara lain imbas kemenangan Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden di Prancis dan positifnya sejumlah bursa saham Asia.

    Dari dalam negeri, rilis data makro ekonomi Indonesia menjadi sentimen positif. Reza mengatakan kemarin masih ada imbas berita positif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2017. Selain itu, kenaikan cadangan devisa yang berimbas pada terapresiasinya Rupiah serta kembalinya asing mencatatkan aksi beli. Asing mencatatkan nett buy senilai Rp 1,64 triliun dari nett buy sebelumnya yaitu Rp 691,50 miliar.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.