Pemerintah Tetapkan Harga Bawang Tak Boleh Diatas Rp 38 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita (kiri) dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) melakukan sidak bahan kebutuhan pokok jelang bulan Ramadhan di Pasar Senen Blok III, Jakarta, 13 April 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita (kiri) dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) melakukan sidak bahan kebutuhan pokok jelang bulan Ramadhan di Pasar Senen Blok III, Jakarta, 13 April 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan turun dalam mekanisme pasar untuk mengatur harga bawang yang kian hari kian melambung. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita hari ini mengundang asosiasi importir bawang untuk dimintai komitmennya menjadi mitra pemerintah dalam pengaturan harga.

    Baca: Instruksi Jokowi Soal Bawang Murah Belum Dilaksanakan

    Mereka bersepakat untuk memberikan komitmen dengan cara mendaftarkan gudang serta posisi stoknya saat ini, dan menjualnya dengan harga lebih murah. “Yang menggembirakan, mereka berkomitemn untuk menjualnya dengan perhitungan
    biaya meliputi bongkar muat, dan lain-lain, tapi hasil akhir tidak boleh di atas Rp 38 ribu per kilogram,” ujar Enggartiasto dalam acara konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Senin, 8 Mei 2017.

    Enggar menuturkan,  importir bawang juga telah memberikan komitmen mereka untuk dapat menunjukkan data stok bawang di gudang penyimpanan, sebagai syarat untuk mendaftarkan diri sebagai distributor dan importir, sebaliknya, importir tak perlu lagi mengajukan diri sebagai ekspedisi dan perantara. Hal itu dilakukan agar pemerintah mengetahui secara pasti berapa jumlah stok bawang yang disimpan oleh importir.

    “Jangan khawatir, akan kami atur dan gratis. Dengan demikian proses impor ini bisa berjalan dengan baik. Juga tidak ada lagi kuota karena nanti akan ada jual beli kuota, jadi ajukan saja,” tutur Enggar.

    Enggar menambahkan berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, kebutuhan bawang Indonesia per tahun berkisar antara 400 ribu ton hingga 480 ribu ton per tahun, dan untuk kebutuhan sendiri sekitar 15-16 ribu ton per tahun, sehingga total impor sekitar 500 ribu ton per tahun. Ada berbagai faktor yang menyebabkan harga bawang saat ini melambung tinggi. Kemungkinan beberapa pedagang dan importir berusaha menahan stok sehingga mereka dapat mengatur harga bawang di pasaran.

    “Kami dapatkan dari importir memang di sana belum panen, ada juga stoknya masih ada  dan belum dikirim, ada juga yang sudah membeli tapi barang masih di sana,” ucap Enggar.

    Baca: Harga Bawang Merah Anjlok, Diduga Ada Bawang ...

    Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan pihaknya juga akan bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan untuk bersama-sama mengawasi harga komoditas pangan stategis. Saat ini telah ada 11 komoditas yang akan diawasi harganya oleh KPPU. “salah satunya bawang, untuk penjualan tidak lebih mahal dari Rp 38 ribu. Kalau ada tindakan yang dilakukan oleh para importir untuk bersama-sama menetapkan harga jual di atas Rp 38 ribu, kami akan mengambil tindakan,” ujarnya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.