Mandiri Online Diduga Diretas, BI Gelar Investigasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor pusat Bank Mandiri. REUTERS/Iqro Rinaldi

    Kantor pusat Bank Mandiri. REUTERS/Iqro Rinaldi

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng BI telah memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyusul adanya masalah pada aplikasi Mandiri Online akhir pekan lalu. BI telah meminta laporan secara lengkap mengenai permasalahan itu.

    Baca: Bank Mandiri: Layanan Online Sudah Pulih, Saldo ...

    "Itu akan kami tindak lanjuti, akan kami teliti bersama antara Bank Mandiri dan BI," ujar Sugeng saat ditemui di kompleks BI, Jakarta, Senin, 8 Mei 2017.

    Menurut Sugeng, tim dari Bank Mandiri dan BI telah bergerak untuk mencari penyebab gangguan pada aplikasi Mandiri Online, yang baru diluncurkan Maret lalu. "Dalam waktu dekat, mudah-mudahan kami bisa menemukan permasalahannya. Kami masih mencari tahu yang lebih detail," tuturnya.

    Akhir pekan lalu, aplikasi Mandiri Online sempat dihentikan karena mengalami gangguan. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, aplikasi tersebut sudah normal kembali. Kekeliruan jumlah saldo nasabah pun telah dikoreksi.

    Baca: Kuartal I 2017, Bank Mandiri Raih Laba Bersih Rp 4,1...

    Rohan mengatakan gangguan tersebut disebabkan oleh corrupt system pada Mandiri Online. Gangguan itu menyebabkan terjadinya transaksi yang seolah-olah dilakukan nasabah dan menarik dana nasabah. Akibatnya, jumlah saldo tabungan milik nasabah berbeda.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.