Jokowi Soal Potensi Laut Indonesia Tembus Rp 17 Ribu Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian pabrik baru PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang berlokasi di Cikarang Pusat, Bekasi, 25 April 2017. Pabrik ini pembangunannya dimulai sejak 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian pabrik baru PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang berlokasi di Cikarang Pusat, Bekasi, 25 April 2017. Pabrik ini pembangunannya dimulai sejak 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COTanah Tumbu - Presiden Joko Widodo mengatakan sumber daya alam laut merupakan kunci kesejahteraan masyarakat Indonesia yang telah lama diabaikan. "Padahal kekayaan kita ada di laut, sumber daya alam kita ada di laut," kata Jokowi saat memberikan sambutan Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi 2017 di Pantai Pegagan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Minggu, 7 Mei 2017.

    Menurut data pemerintah, kata Jokowi, potensi perekonomian sumber daya alam laut Indonesia mencapai Rp 17 ribu triliun setiap tahunnya. Masalahnya, bangsa Indonesia belum mengelola sektor kelautan secara maksimal.

    Baca: Agenda Presiden Jokowi di Arena Pesta Laut Mappanretasi

    "Sumber daya alam laut merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk meningkatkan pemerataan ekonomi masyarakat kita, merupakan kunci untuk keadilan rakyat Indonesia," ujar Jokowi.

    Saat mengawali sambutan, Jokowi menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir di Pesta Adat Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu. "Pesta adat ini menjadi bukti bahwa jati diri kita, bahwa karakter kita, bahwa budaya kita adalah kodrat dari bangsa dan negara kita Indonesia, yaitu bangsa maritim," katanya.

    Jokowi melanjutkan, nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu sudah hidup harmonis dengan lautan. Menanggapi permintaan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming, yaitu supaya pemerintah pusat membangun pelabuhan internasional di Batulicin, Jokowi belum menjawabnya.

    Baca: Mimpi Bupati Tanah Bumbu: Andai Jokowi Membangun Pelabuhan Batulicin

    "Tapi saya catat, karena kalau saya jawab, pasti harus saya berikan (dipenuhi). Kalau saya catat, berarti masih dalam hitung-hitungan, masih dalam kalkulasi dan masih dalam kajian. Apakah itu baik untuk negeri ini, baik untuk bangsa ini. Kalau baik ya, tentu saja akan saya putuskan untuk dikerjakan, untuk dilakukan," kata Jokowi.

    Jokowi menerima gelar adat "Kapiteng Lau Pulo" yang diberikan Ketua Lembaga Adat Tanah Bumbu Burhansyah. Selanjutnya, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjalan kaki menuju dermaga untuk melihat kapal-kapal yang akan berlayar.

    Sejumlah pejabat mengikutinya, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?