10 Bir Paling Laku di Dunia, 4 Merek dari Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menuangkan sejumlah bir Budweiser Budvar ke dalam gelas. Dibutuhkan teknik fregmentasi untuk membuat bir Budweiser Budvar. Republik Ceko, 7 Oktober 2015.  Matt Cardy / Getty Images

    Seorang pekerja menuangkan sejumlah bir Budweiser Budvar ke dalam gelas. Dibutuhkan teknik fregmentasi untuk membuat bir Budweiser Budvar. Republik Ceko, 7 Oktober 2015. Matt Cardy / Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar bir dunia dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan yang luar biasa, menyusul pertumbuhan peminum bir di Cina yang signifikan. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan lembaga riset independen internasional, Euromonitor International, pertumbuhan peminum bir di Cina itu terlihat dari lonjakan penjualan bir merek lokal di pasar global.

    Baca: Saham di Perusahaan Bir Dijual, Ahok Minta Tak Pakai...

    Penelitian yang dilakukan Euromonitor pada tahun lalu, rekor penjualan secara global diraih oleh merek Snow yang diproduksi China Resources Enterprise. Tahun lalu, Snow mencatat penjualan paling tinggi di dunia. Tak hanya itu, tiga merek bir Cina juga masuk daftar 10 bir paling laris di dunia, seperti dilaporkan dari Bloomberg Businesweek yang dikutip laman Chinadaily.

    Berikut ini 10 merek bir paling laris di dunia:

    1. Snow dari Cina dengan pangsa pasar tahun lalu mencapai 5,4 persen. Pada 2005, Snow berada di posisi ke-11 sebagai merek bir paling laris di dunia.
    2. Tsingtao dari Cina dengan pangsa pasar 2,8 persen. Pada 2005, Tsingtao masuk 10 besar.
    3. Bud Light, merek bir asal Amerika Serikat dengan pangsa pasar 2,5 persen. Bud Light berada di peringkat atas pada 2005.
    4. Budweiser juga merek bir asal Amerika, meraih pangsa pasar 2,3 persen. Pada 2005, Budweiser berada di posisi kedua.
    5. Skol, merek bir asal Brasil, meraih pangsa pasar 2,2 persen pada tahun lalu. Di 2005, Skol berada pada peringkat ketiga.
    6. Bir merek Yanjing dari Cina dengan pangsa pasar 1,9 persen. Yanjing berada di posisi ke-16 pada 2005.
    7. Heineken, bir asal Belanda, dengan pangsa pasar 1,5 persen. Heineken berada di peringkat keenam pada 2005.
    8. Harbin dari Cina meraih pangsa pasar 1,5 persen. Bir ini berada di peringkat ke-15 pada 2005.
    9. Brahma, merek bir asal Brasil, dengan pangsa pasar mencapai 1,5 persen. Pada 2005, Brahma berada di posisi kelima.
    10. Posisi paling buncit dipegang merek Coors Light dari Amerika dengan pangsa pasar 1,3 persen. Coors Light berada di posisi ketujuh pada 2005.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.