Pemerintah Akan Bangun Sejumlah Jalan Layang di Batam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelesainan ikon Welcome To Batam di bahu Bukit Klara, Kecamatan Batam Kota, Batam. ANTARA/Str-Jo Seng Bie

    Penyelesainan ikon Welcome To Batam di bahu Bukit Klara, Kecamatan Batam Kota, Batam. ANTARA/Str-Jo Seng Bie

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Junaidi menuturkan pihaknya bakal membangun sejumah flyover di lima persimpangan di Batam.

    Pembangunan jalan layang itu meliputi jalan layang Simpang Punggur 310 meter, Simpang Kuda 123 meter, Simpang Kabil 430 meter, Simpang Jam 165 meter, dan Jalan Sudirman 150 meter di Batam.

    Junaidi mengatakan pembangunan jalan layang dilakukan itu untuk mengatasi kemacetan. Dari kelima jalan layang itu, pihaknya menargetkan pembangunan Simpang Jam selesai tahun ini. Ia menyebutkan konstruksinya sudah mencapai 59,43.

    Pembangunan Simpang Jam dilakukan mulai 2015 dengan anggaran Rp 180 juta. Flyover Simpang Jam nantinya akan menjadi ikon baru Batam karena dinding jalan layang berkonsep artistik dan dihiasi lampu-lampu.

    Baca: Bekasi Bangun 2 Fly Over Menuju Bantargebang Tahun Ini

    Untuk tahun depan, sejumlah jalan layang kembali mulai dibangun. “Tahun depan kami rencanakan dimulai pembangunan flyover Simpang Kabil,” kata Junaidi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 6 Mei 2017.

    Junaidi menuturkan jarak Simpang Jam dengan Simpang Kabil hanya 3 kilometer. Menurut dia, apabila pembangunan Simpang Kabil tidak segera dimulai tahun depan maka arus lalu lintas yang dianggap sudah lancar akan menumpuk di perempatan Simpang Kabil, Batam.

    Sementara itu, Junaidi menambahkan di samping pembangunan jalan layang pihaknya juga akan membangun jalan tol. Namun kini mereka tengah mengkaji pembangunan jalan tol yang dimaksud yaitu Batu Ampar – Muka Kuning – Hang Nadim, Batam sepanjang 25 kilometer.

    Baca: Empat Jalan layang di Jateng Dipastikan Selesai Sebelum Lebaran

    Menurut Junaidi, pembangunan jalan tol tersebut masuk dalam proyek strategis nasional. Jalan tol itu diperlukan untuk memperlancar arus transportasi barang antara kawasan industri Muka Kuning, Pelabuhan Batu Ampar, dan Bandara Internasional Hang Nadim.

    Tujuan lain adalah mengurangi kemacetan yang sering terjadi di persimpangan. Termasuk bertujuan untuk memisahkan kendaraan berat dan ringan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.