BKPM: RI Harus Manfaatkan Peluang di One Belt One Road

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Lembong saat Memberikan Keterangan Pers Realisasi Investasi Kuartal I di Kantor BKPM Jakarta, 26 April 2017. Tempo/Tongam sinambela

    Kepala BKPM Thomas Lembong saat Memberikan Keterangan Pers Realisasi Investasi Kuartal I di Kantor BKPM Jakarta, 26 April 2017. Tempo/Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah tengah menyiapkan target yang ingin dicapai dalam pertemuan One Belt One Road Forum di Beijing, Cina. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan Indonesia disebut tidak optimal memanfaatkan momentum forum itu untuk mencari investasi.

    Baca: BKPM: Realisasi Investasi Kuartal I 2017 Capai Rp 165,8 Triliun

    Pakistan dan Malaysia misalnya, dianggap bagus memanfaatkan peluang karena bisa menarik investasi cukup besar. "Pakistan sudah ambil US$ 55 miliar dari program one belt one road. Malaysia sudah ambil lebih dari US$ 30 miliar," kata Lembong di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 5 Mei 2017. Sementara itu RI baru sanggup membawa pulang investasi sebesar US$ 5-6 miliar.

    Baca: Thomas Lembong Beberkan Daya Tarik Hong Kong bagi Jokowi

    One Belt One Road adalah jalur ekonomi dan perdagangan dari Cina ke berbagai negara melalui laut dan darat atau dikenal dengan istilah jalur sutera. Konferensi tingkat tinggi One Belt One Road akan berlangsung 14-15 Mei di Beijing ini dan dihadiri 28 kepala negara. Tidak hanya itu, lembaga seperti Bank Dunia dan International Monetary Fund pun dijadwalkan hadir.

    Lembong menuturkan forum itu merupakan kesempatan untuk menyelaraskan program infrastruktur yang direncanakan Indonesia dengan negara lain. Sejauh ini, pemerintah akan memilih investasi yang sesuai dengan program di Indonesia.

    "Perlu rapat koordinasi untuk menyelaraskan apa yang kami mau ajukan untuk one day one road," kata dia. Namun bila berkaca kepada program infrastruktur yang dikerjakan di Filipina dan Pakistan, proyek transportasi dan perhubungan yang jadi perhatian.

    Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan hal terpenting yang mesti diperhatikan ialah soal utang. Ia ingin Indonesia bisa menawarkan sesuatu kepada calon investor tanpa berutang. "Kalau ngutang, panjang rentetannya," ucap Darmin.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.