Meski Belum Mendesak, Batam Lanjutkan Rencana Pembangunan LRT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Light Rail Transit (LRT). wikipedia.org

    Ilustrasi Light Rail Transit (LRT). wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengusahaan (BP) Batam mengatakan tetap akan melanjutkan program pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) meskipun sebelumnya rencana tersebut dinilai belum mendesak.

    "Kami masih akan lanjutkan. Studi awal sudah selesai dilakukan dan akan dimatangkan lagi," kata Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Purba Robert S di Batam.

    Untuk melanjutkan proyek tersebut, kata dia, pihak BP Batam masih menunggu respon Pemerintah Kota Batam terkait dengan jalan atau jalur yang akan dilewati kereta api tersebut.

    "Meskipun saat ini belum mendesak, namun LRT merupakan kebutuhan kedepan dalam rangka mengurai kepadatan lalulintas. Sehingga aktifitas masyarakat dan industri tetap lancar," kata dia.

    Saat ini, proyek yang tengah dibangun di Batam adalah jalan layang Simpang Jam dengan target selesai pada akhir 2017. Simpang Jam merupkan persimpangan utama yang menghubungkan seluruh penjuru kota.

    Jika jalan layang Simpang Jam selesai maka akan dilanjutkan dengan Simpang Kabil yang juga merupakan simpul pertemuan kendaraan dari seluruh penjuru Kota Batam.

    "Kalau melihat kondisi sekarang, mungkin tidak perlu. Tapi kami berfikir untuk masa depan. Ini sudah kami rencanakan selama beberapa tahun," kata Robert.

    Saat ini, kata dia, dengan penduduk Batam yang mencapai 1,3 juta sudah termasuk sebagai kota metropolitan.

    "Kota metropolitan perlu dukungan transportasi modern. Masyarakat butuh transportasi cepat, aman dan murah dalam beraktifitas. Jadi LRT tetap akan dilanjutkan," kata dia.

    Robert berharap, rencana tersebut akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat mengingat Batam merupakan kota industri yang membutuhkan transportasi penghubung dari pemukiman menuju kawasan industri.

    "Kami juga akan menawarkan ini dengan investor. Harapan kami ada yang tertarik sehingga bisa segera direalisasikan," kata Robert.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.