Kuartal I, PLN Jabar Tambah 160.356 Pelanggan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PLN. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi PLN. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga kuartal I/2017, PT PLN Distribusi Jawa Barat (Jabar) telah mengalami penambahan 160.356 pelanggan. Dengan demikian, total di Jabar saat ini PLN meraup 12.667.565 pelanggan.

    General Manager PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purnawa menjelaskan, penambahan terbanyak dari pelanggan rumah tangga sebesar 11.887.688. Selain itu, ada juga pelanggan jaringan listrik untuk kebutuhan bisnis, sosial, pemerintahan dan industri.


    "Bekasi menjadi wilayah persebaran jaringan listrik terbanyak dan penyumbang pelanggan terluas, dengan 1.487.148 pelanggan. Ada pula daerah lain dengan penambahan terbanyak lainnya yaitu Cirebon sebanyak 1.420.065 pelanggan dan Tasikmalaya 1.176.822 pelanggan," katanya, kepada wartawan di Bandung, Jumat, 5 Mei 2017.

    Menurutnya, target jumlah pelanggan tahun ini sebanyak 761.095 pelanggan. Penambahan jumlah pelanggan lebih dipengaruhi kesiapsediaan material dan petugas serta berbagai kemudahan transaksi yang diberikan PLN untuk pelanggan.

    Saat ini, kebutuhan listrik di sektor bisnis digunakan oleh 441.143 pelanggan dengan pelanggan sosial sebanyak 251.723 pelanggan, pemerintahan 72.066 pelanggan, kemudian industri ada 14.149 pelanggan.

    Untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan mendukung penambahan jumlah pelanggan, PLN Distribusi Jabar telah mengalokasikan anggaran sebagai investasi untuk penambahan dan updating trafo dengan total kapasitas 650.690 kVA sebanyak 4.180 unit.

    Selain itu, ada penambahan panjang jaringan dan penggantian jaringan SUTM dengan total 2.318 kms. Juga ada penambahan panjang jaringan dan penggantian jaringan SUTR dengan total 1.273 kms.

    "Dari sisi pasokan listrik dari Januari sampai Maret 2017, beban puncak siang tertinggi di sistem Jabar mencapai, 6.689 megawatt dan puncak malam tertinggi Jabar mencapai 7.172 MW dengan mampu pasok rata rata DJB sebesar 12.974 MW," jelas dia.

    Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dengan adanya sistem jaringan listrik dan pasokan listrik yang cukup tersebut diharapkan para investor berinvestasi di Jabar sehingga perekonomian bisa terus tumbuh pesat.

    Rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Barat saat ini sudah mencapai 96,8 persen. Jabar merupakan salah satu provinsi dengan rasio elektrifikasi tertinggi di Indonesia. Meski begitu, masih ada warga di beberapa desa atau dusun di Jabar yang belum mendapatkan akses listrik.

    Total seluruh desa di Jawa Barat sekitar 5.900 lebih. Dari jumlah itu, ada sekitar 1.300 dusun yang belum mendapatkan listrik secara optimal. Oleh karena itu, di tahun ini PLN menargetkan bisa mengalirkan listrik ke sekitar 750 dusun di Jawa Barat.

    "Jadi kalau desa sebetulnya sudah semua. Tapi ada beberapa dusun yang berada di bawah desa. Pada data kami ada 1.300 dusun yang belum dapat listrik. Nah tahun ini 750, sisanya di tahun 2018," ucapnya.

    Menurut data PLN, total anggaran Program Listrik Pedesaan di 2017 meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 2016 menjadi sebesar Rp 196,1 miliar. Sampai dengan Maret 2017 penyerapan dari anggaran tersebut sebesar Rp 81,7 miliar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.