Menteri PU Sebut Rumah Murah di Batam Sulit Dibangun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau rumah murah di Villa Kencana Cikarang, Jawa Barat, 4 Mei 2017. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan uang muka (down payment/DP) sekitar Rp1,12 juta dan cicilan sekitar Rp800.000 per bulan. Tempo/Tony Hartawan

    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meninjau rumah murah di Villa Kencana Cikarang, Jawa Barat, 4 Mei 2017. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan uang muka (down payment/DP) sekitar Rp1,12 juta dan cicilan sekitar Rp800.000 per bulan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Batam - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochammad Basoeki Hadimoeljono menyatakan sulit untuk merealisasikan program sejuta rumah murah di Kota Batam, Kepulauan Riau.

    "Kepri bagian dari program sejuta rumah. Tapi di Kepri, khususnya Batam jarang ada rumah murah. Pengembang di Batam cenderung lebih fokus kepada pembangunan rumah menengah atas," kata Menteri usai meletakan batu pertama pembangunan Asrama Mahasiswa di Batam, Jumat.

    Pengembang lebih suka mengembangkan rumah menengah ke atas karena kesulitan mendapatkan lahan, terutama di pulau utama.

    Baca: Pameran Properti, Pengunjung Serbu Rumah Harga Rp 100 Jutaan

    Harga sewa lahan di pulau utama juga terus naik, sehingga pengusaha kesulitan untuk menjual rumah murah dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

    "Lahan menjadi kendala tersendiri, sehingga harganya akan dikaji lagi," kata Basuki. Menurut dia, program rumah murah di Batam lebih tepat dengan model rumah susun, untuk menyiasati kendala lahan.

    Saat ini, pemerintah tengah membangun dua menara rumah susun di Batam, dan rencananya tahun ini dibangun tiga menara lagi.

    Baca: Bank Dunia Kucurkan Bantuan Rumah Murah di Indonesia

    Basuki mengingatkan dalam program sejuta rumah murah, pemerintah menawarkan Fasilitas Likuidasi Penyediaan perumahan (FLPP). Warga dengan gaji antara Rp4 juta sampai Rp7 juta bisa menikmati fasilitas tersebut. Warga bisa membeli rumah dari BTN dengan uang muka hanya satu  persen.

    "Pemerintah juga memberikan bantuan uang tunai Rp4 juta untuk membantu membayar uang muka dan administrasi lainnya," kata dia.

    Sebelumnya Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam Herman Rozie mengatakan pemerintah kota telah mengajukan pembangunan dua menara kembar rumah susun sewa untuk 2018. "Kami ajukan rusun, yaitu dua menara kembar di belakang Batamindo dan satu menara kembar di Tanjunguncang, Putra Jaya," kata dia.

    Satu menara kembar mampu menampung 70 hingga 80 unit Rusun. "Hampir seluruh rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ini amanat undang-undang," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.