Menteri Susi Apresiasi Malaysia Tangkap Kapal Keruk Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggelar konferensi pers tentang penangkapan tiga kapal berbendera Malaysia di perairan Aceh. Konferensi pers itu digelar di kediamannya, Jalan Widya Chandra V, Kebayoran Baru, Jakarta, 16 Maret 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggelar konferensi pers tentang penangkapan tiga kapal berbendera Malaysia di perairan Aceh. Konferensi pers itu digelar di kediamannya, Jalan Widya Chandra V, Kebayoran Baru, Jakarta, 16 Maret 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kapal MV Chuan Hong 68 sudah ditangkap di perairan Malaysia. Kapal berbendera Cina ini merupakan kapal tipe Grab Hopper Dredger (kapal keruk) yang diduga mengambil besi dari bangkai kapal di perairan Indonesia.

    "Kami mengapresiasi penangkapan itu dan akan menindaklanjuti penangkapan itu," kata Susi Pudjiastuti saat ditemui di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Mei 2017.

    Susi menuturkan penangkapan dilakukan pada 28 April lalu oleh patroli Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Panggararang, Johor Timur, Malaysia. Dia menambahkan akan berkoordinasi dengan Polri dan TNI Angkatan Laut dalam penindakan hukum lebih lanjut.

    Baca: Diduga Kapal Cina Kabur, Menteri Susi Tangkap 20 ABK

    Kronologi kejadian berada di 20 April lalu, ketika kapal Chuan Hong 68 melego jangkar di sekitar Pulau Damar, Kepulauan Riau. Masyarakat yang melihat kapal itu melaporkannya ke pihak TNI Angakatan Laut. TNI AL segera mengirimkan tim melihat kondisi di lokasi.

    Tim yang dikirimkan oleh TNI AL berupa kapal berukuran 12 meter dengan tiga orang di dalamnya. Tim melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen kapal, awak kapal, muatan dan izin aktivitas pengoperasian pengerukan bawah laut. 

    Baca: Sejak 2014. 151 Kapal Ilegal Telah Ditenggelamkan

    Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan awak kapal itu berjumlah 20 orang dibawa menuju pos TNI AL di Pulau Letung oleh Patroli Keamanan Laut. Saat ABK diperiksa, kapal tersebut dibiarkan lego jangkar di lokasi semula sambil menunggu kedatangan KRI Pulau Rangsang. Selanjutnya KRI menarik kapal Cina itu itu ke Pangkalan Utama TNI AL IV Tanjung Pinang.

    Namun pada 22 April 2017 pukul 01:30 diperoleh informasi kapal itu hilang, lalu TNI AL segera melakukan pencarian dan berkoordinasi pula dengan APMM. Saat itu diketahui posisi kapal belum dalam kondisi ditangkap oleh TNI AL.

    Kapal MV Chuan Hong 68 memiliki ukuran 8.352 GT dan berkebangsaan Cina dan dibuat di Cina pada 2014. Pemilik kapal ini adalah Shanghai Chonghe Marine dan beneficial ownernya adalah Fujian Yarui Marine.

    Kapal ini diketahui sudah membawa sebanyak 1.000 ton besi-besi tua dari bangkai kapal di sekitar Pulau Damar. Bangkai kapal yang berada di sana adalah Swedish Supertanker Seven Skies, Italian ore/oil steamship Igarra, kapal perang Jepang Ijng Sagiri, kapal penumpang Jepang Hiyoshi Maru dan Katori Maru.


    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.