BPS: Sektor Informasi Komunikasi Penyumbang Ekonomi Tertinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Desember 2016. BPS mencatat, nilai ekspor dan impor pada November 2016 surplus sebesar 0,84 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 840 juta dollar AS atau setara dengan Rp 10,92 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Aktifitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Desember 2016. BPS mencatat, nilai ekspor dan impor pada November 2016 surplus sebesar 0,84 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 840 juta dollar AS atau setara dengan Rp 10,92 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menuturkan, berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada kuartal pertama tahun 2017 didukung sektor informasi dan komunikasi, yang tumbuh sebesar 9,10 persen. Angka pertumbuhan di sektor tersebut disusul sektor jasa lain sebesar 8,01 persen serta sektor transportasi dan pergudangan 7,65 persen.

    "Ini karena penggunaan data Internet untuk media sosial, transaksi online, dan sebagainya meningkat," kata Suhariyanto dalam siaran pers di BPS, Jumat, 5 Mei 2017. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2017 tumbuh 5,01 persen dibanding kuartal I 2016 dengan 4,92 persen.

    Baca: Ekonomi Indonesia Triwulan I-2017 Tumbuh 5,01 Persen

    Meski demikian, menurut Suhariyanto, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2017 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi pertumbuhan tertinggi di Indonesia. 

    Baca: INDEF: Selama 9 Tahun Kemiskinan Hanya Turun 5,3 Persen

    Dibanding kuartal keempat 2016, pertumbuhan di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 15,59 persen. Angka itu kemudian disusul pertumbuhan di sektor jasa perusahaan, seperti perdagangan besar eceran dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 2,21 persen serta konstruksi dengan 1,89 persen, yang masih mendominasi produk domestik bruto (PDB) di Indonesia.

    Bila dilihat dari pencipta sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2017, industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,91 persen dan menyumbang 20,47 persen terhadap PDB. Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbang 13,59 persen terhadap PDB serta perdagangan besar eceran dan reparasi mobil-sepeda motor dengan sumbangan 13,18 persen terhadap PDB. 

    DESTRIANITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.