Perhitungan Lippo Berani Berinvestasi Besar di Meikarta Cikarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meikarta Beautiful Jakarta. lippohome.com

    Meikarta Beautiful Jakarta. lippohome.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup Lippo mengumumkan rencananya untuk membangun kota mandiri berskala internasional di koridor Jakarta-Bandung. Kota baru dengan nama Meikarta di kawasan Cikarang itu akan menjadi proyek yang menghabiskan investasi Terbesar bagi Lippo sejak perusahaan didirikan.

    Melalui Meikarta, Lippo ingin memanfaatkan pusat ekonomi nasional di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung. Untuk pendanaan, Lippo akan menggunakan keuangan dari internal, dan dukungan kemitraan investasi dengan Mitsubishi, Toyota, dan Sanko Soflan yang sudah memulai pengembangan awal.

    “Saat perekonomian dunia lesu, kami berkomitmen tetap melakukan investasi infrastruktur dengan tujuan bisa menciptakan lapangan pekerjaan," kata CEO Lippo Group, James Riady, Kamis 4 Mei 2017.

    Baca:  Anies-Sandi Pimpin Jakarta, Bos Lippo Ajukan Permintaan  

    Lippo mencatat sekitar 60 persen ekonomi nasional berada di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung. Dari jumlah tersebut, 70 persen pergerakan ekonomi ada di pusat Bekasi—Cikarang, dengan jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai 15 juta orang dalam 20 tahun mendatang. "Berarti di sinilah keseluruhan pusat perekonomian nasional," kata dia.

    Untuk tahap pertama, kota baru itu sudah memulai pembangunan 400 ribu unit perumahan. Pasokan rumah tersebut akan menampung lebih dari 2 juta penghuni. James mengatakan pembangunan Meikarta seluas 28 juta meter persegi tahap pertama sudah dirancang sejak 2014.

    Baca: Soal Program DP 0 Rupiah, Bos Lippo Tertarik Bantu Anies

    Pekerjaan fisik dimulai sejak Januari 2016 dengan membangun 200 gedung, masing-masing terdiri atas 35-46 lantai. Proyek ini diperkirakan akan menyedot 85 ribu tenaga kerja. “Kalau sudah lengkap menjadi kota baru, tenaga kerja yang terserap 6-8 juta orang,” kata dia.

    Dari 100 gedung yang dibangun pada tahap pertama, setengah atau 50 gedung di antaranya diperkirakan akan siap huni pada Desember 2018. Perusahaan juga membangun 250.000 perumahan yang dapat menampung lebih dari 1 juta komunitas perkotaan.

    “Lippo akan memasarkan launchingpenjualan perumahan pada Gebyar Akbar di Maxx Box, Orange County, Lippo Cikarang. Diperkirakan penjualan akan mencapai 3.000—5.000 unit per hari,” menurut keterangan tertulis Lippo.

    Tahap pertama di rencanakan selesai dalam waktu 3 tahun walaupun akan mulai dihuni Desember 2018. Meikarta dikelola dengan prinsip visi, keberanian, pengelolaan solid, kecepatan dan sistem keuangan yang sehat.

    Saat ini, harga produk properti di sekitar koridor Bekasi—Cikarang mencapai Rp18 juta—Rp20 juta per meter persegi. Perusahaan akan menawarkan produknya dengan harga di bawah Rp12,5 juta per meter, serta kredit kepemilikan rumah atau apartemen selama 20—25 tahun dengan suku bunga 8,25 persen.

    Masyarakat pun dapat memiliki hunian di Meikarta dengan booking fee Rp2 juta, dan uang muka 10 persen dari total harga produk properti. Meikarta menjamin investasi di kawasan tersebut adalah yang terbaik di Asia Tenggara, karena masifnya infrastruktur yang akan dibangun.

    Lippo berencana membangun tujuh pusat perbelanjaan mall dan komersial dengan total luasan 1,5 juta meter persegi, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional, 10 hotel internasional berbintang lima, perpustakaan nasional, teater opera dan pusat kesenian.

    Untuk pendidikan, rencananya akan ada 100 sekolah dasar internasional dan nasional plus, dan 50 SMP, SMA nasional dan internasional, tiga universitas nasional, pusat riset industri, International exhibition center, dan Indonesian Silikon Valley.

    Terkait pekerjaan pembangunan dan konstruksi di kawasan Meikarta, Lippo akan menggandeng kontraktor kontraktor nasional seperti Total Bangun Persada, Wika, PP, dan lainnya.

    BISNIS | DESTRIANITA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.