Pelaku Pasar Lesu, IHSG Berpotensi Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan indeks bursa saham di Bank Mandiri, SCBD, Jakarta, Kamis (29/10). Aksi panik jual dan dugaan forced sell sempat memaksa IHSG turun lebih dari 100 poin pada awal perdagangan, pada perdagangan Kamis (29/10/2009). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Papan indeks bursa saham di Bank Mandiri, SCBD, Jakarta, Kamis (29/10). Aksi panik jual dan dugaan forced sell sempat memaksa IHSG turun lebih dari 100 poin pada awal perdagangan, pada perdagangan Kamis (29/10/2009). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini rawan terkoreksi. Menurut dia, persepsi terhadap "Sell in May and Go Away" semakin menghantui sehingga membuat pelaku pasar, khususnya lokal, cenderung menjauhi pasar.

    "IHSG pun kehilangan semangat untuk mencoba berbalik arah menguat," kata Reza dalam risetnya, Kamis, 4 Mei 2017.

    Positifnya data-data ekonomi Indonesia, ucap Reza, tidak cukup kuat mengangkat IHSG. "Meski kami berharap IHSG dapat berbalik positif seperti yang diharapkan, tetap waspadai berbagai sentimen yang ada dan potensi pelemahan lanjutan pada IHSG seiring masih adanya aksi jual," tuturnya.

    Reza berujar, pergerakan sejumlah bursa saham Asia yang cenderung sideways membuat laju IHSG enggan menyentuh zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin. "Bahkan laju rupiah yang masih bertahan di zona positif pun tidak membuat IHSG ikut menghijau," katanya.

    Akhirnya, menurut Reza, kenaikan indeks yang sempat terjadi hanya dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali melakukan aksi jual. "Pelemahan sepanjang tiga hari berturut-turut telah menghilangkan mood pelaku pasar untuk kembali masuk dan lebih memilih menahan diri," ucapnya.

    Meskipun IHSG melemah, Reza menuturkan aksi pelaku pasar asing masih membukukan nett buy. Menurut dia, pelaku pasar dari luar mencatatkan nett buy sebesar Rp 317,53 miliar dalam perdagangan kemarin. Hari sebelumnya, pelaku pasar asing membukukan nett buy Rp 848,35 miliar.

    ANGELINA  ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.