Greenfields Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Blitar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sapi perah bermain dengan seekor kucing, saat menunggu giliran diperah di sebuah peternakan di  Granby, Quebec, Kanada, 26 Juli 2015. Sejumlah foto-foto hewan karya fotografer REUTERS ini mendapatkan perhatian di media sosial Instagram. REUTERS/Christinne Muschi

    Sapi perah bermain dengan seekor kucing, saat menunggu giliran diperah di sebuah peternakan di Granby, Quebec, Kanada, 26 Juli 2015. Sejumlah foto-foto hewan karya fotografer REUTERS ini mendapatkan perhatian di media sosial Instagram. REUTERS/Christinne Muschi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Greenfields Indonesia memulai pembangunan peternakan sapi perah kedua di Ngadirenggo, Wlingi, Blitar, Jawa Timur, pada Rabu, 3 Mei 2017. Pembangunan dimulai dengan peletakkan batu pertama yang dilakukan Bupati Kabupaten Blitar Rijanto dan seluruh jajaran perusahaan merk susu segar nasional itu.

    "Saat ini merupakan saat paling ditunggu setelah Greenfields berkiprah selama 20 tahun di bisnis susu dan sapi perah. Kami baru hari ini bisa mewujudkan peternakan kedua," kata Head of Dairy Farm Indonesia PT Greenfields Indonesia Heru Prabowo dalam kata sambutannya.

    Baca: Dari Tempat Ini Susu Sapi yang Digemari Peracik Kopi Dihasilkan

    Heru mengatakan, peternakan kedua ini akan menjadi peternakan sapi perah terbesar dan modern se-Asia Tenggara. Pasalnya, PT Greenfields Indonesia akan menternakkan 10 ribu ekor sapi perah, dengan total laktasi yang diperah sekitar 4.000 ekor. "Dari sisi produksi susu yang dihasilkan oleh farm kami akan menghasilkan 125 ton per hari saat full capacity," katanya.

    Menurut Heru, dengan beroperasinya peternakan sapi kedua, pihaknya akan menambah kontribusi terhadap produksi susu nasional lebih dari 10 persen. Sebab, produksi susu nasional masih kurang 20 persen dari konsumsi susu nasional sebesar 3,8 juta ton per tahun. Adapun kontribusi PT Greenfields Indonesia saat ini baru sekitar 6 persen melalui peternakan pertama mereka di kaki Gunung Kawi, Desa Babadan, Kabupaten Malang.

    Baca: Tips Beternak Sapi Perah Pasti Untung ala Usep Dadan

    Peternakan sapi perah baru ini berlokasi di lahan seluas 172 hektare, dengan biaya investasi sebesar Rp 600 miliar. Dana tersebut akan membiayai infrastruktur, bangunan, dan pengadaan sapi perah secara bertahap. Rencananya, peternakan akan mulai beroperasi penuh pada 2018.

    PT Greenfields Indonesia mengklaim peternakan kedua ini ramah lingkungan lantaran menggunakan pembangkit listrik bertenaga biogas, purifikasi, dan daur ulang limbah, daur ulang pasir untuk alas tidur sapi perah. Juga pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk.

    Bupati Kabupaten Blitar Rijanto menyambut baik pembangunan peternakan sapi perah Greenfields. Menurut dia, investasi peternakan sapi ini akan berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Sebab, kata dia, lokasi pembangunan peternakan yang berada di barat laut Kabupaten Blitar dulunya merupakan daerah terisolir.

    "Penduduk kami juga mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan adanya investasi, insya Allah isolasi ekonomi terurai," ujarnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.