Pengamat Katakan Prediksi Target Inflasi Empat Persen Terlampaui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang menata bahan makanan jualannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/1). ANTARA/Zabur Karuru

    Seorang pedagang menata bahan makanan jualannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/1). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Abra Talattov memprediksi target inflasi dalam APBN 2017 sebesar 4 persen akan terlampaui.

    "Hingga akhir tahun ini, kemungkinan besar target inflasi empat persen akan terlampaui," ujar Abra di Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.

    Keputusan pemerintah untuk menarik subsidi dan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dalam tiga tahap terhadap pengguna listrik berkapasitas 900 voltampere (VA), merupakan salah satu penyebab meningkatnya inflasi.

    Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, penyesuaian tarif listrik untuk rumah tangga 900 VA nonsubsidi, menjadi penyumbang utama tingkat inflasi pada April 2017 sebesar 0,09 persen.

    "Faktor utama penyebab inflasi April lagi-lagi karena kenaikan tarif listrik terutama golongan 900 VA. Pada kelompok ini kenaikannya bahkan sampai 3,3 persen," kata Abra.

    Untuk inflasi April sendiri, kendati inflasi nasional relatif rendah yakni hanya 0,09 persen, inflasi per daerah justru cukup mengkhawatirkan. Dari 82 kota yang disurvei, ada 53 kota yang mengalami inflasi.

    "Berita tidak baik berikutnya, terdapat 43 kota dengan inflasi di atas rata-rata Inflasi nasional atau lebih dari 0,09 persen," ujarnya.

    Dengan inflasi April tercatat 0,09 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-April 2017 telah mencapai 1,28 persen dan inflasi secara tahunan (year on year) sebesar 4,17 persen.

    Sebelumnya, pada Maret 2017, BPS mencatat terjadi deflasi sebesar 0,02 persen, karena turunnya berbagai harga pangan di kelompok bahan makanan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!