Jokowi Evaluasi Ratusan Proyek Infrastruktur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dalam sesi plenary KTT ASEAN, Sabtu, 29 April 2017, di Manila, Filipina. Foto/Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo dalam sesi plenary KTT ASEAN, Sabtu, 29 April 2017, di Manila, Filipina. Foto/Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi 225 proyek strategis nasional dan satu program di 14 sektor infrastruktur yang tersebar di berbagai provinsi.

    "Laporan yang saya terima dari 225 proyek dan satu program di 14 sektor infrastruktur yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia terdapat 20 proyek atau 9 persen telah selesai, dan memasuki tahap konstruksi 94 proyek atau 42 persen, kemudian 13 proyek atau 5 persen dalam tahap transaksi, serta 83 proyek atau 37 persen dalam tahap perencanaan," kata Presiden Jokowi.

    Jokowi mengemukakan hal itu saat memimpin rapat terbatas terkait evaluasi program strategis nasional yang digelar di Kantor Presiden Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca juga: Presiden Jokowi serukan ASEAN sebagai solusi dunia

    Presiden Jokowi juga mendapatkan laporan bahwa terdapat 7 persen yang diusulkan untuk dikeluarkan dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan juga usulan penambahan 55 proyek strategis nasional yang baru.

    Terkait penambahan PSN yang baru, Presiden mengingatkan beberapa hal, yakni proyek strategis nasional yang baru diusulkan bukan semata-mata daftar panjang keinginan dari setiap kementerian atau lembaga, tapi betul-betul harus diseleksi secara ketat.

    "Dan, menurut saya, kalkulasinya karena ini tinggal waktu yang sangat pendek, saya kira yang baru tidak usah dimunculkan lagi," ujar Presiden Jokowi.

    Simak: (Johan Budi: Bunga untuk Presiden Jokowi ungkapan harapan)

    Jokowi juga mengingatkan agar proyek strategis nasional yang sudah berjalan atau proyek strategis nasional baru memberikan dampak pada upaya bersama memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, mampu mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan antar-wilayah maupun ketimpangan pendapatan.

    "Untuk itu harus bisa dihitung dampak dari proyek strategis nasional baru bagi penyerapan tenaga kerja maupun nilai tambah yang diciptakan bagi perekonomian daerah," tutur Presiden.

    Presiden pun meminta agar proyek strategis nasional baru juga harus mampu menopang dan mendukung sektor-sektor unggulan yang sedang dikembangkan oleh daerah. "Jadi, proyek strategis nasional harus betul-betul terintegrasi dengan sektor unggulan yang sedang dikembangkan oleh daerah. Dan, hal ini selalu saya tekankan, agar proyek strategis nasional bisa memberikan dampak yang signifikan yang nyata bagi perekonomian daerah," ucap Jokowi.

    Jokowi pun meminta semua pihak terus mendorong keterlibatan swasta dan badan usaha untuk membiayai proyek-protek infrastruktur. "Untuk itu saya minta agar skema pembiayaan infrastruktur non pemerintah harus diatur dengan jelas sehingga mampu menarik investasi swasta dalam proyek-proyek infrastruktur yang kita jalankan."

    Jokowi selalu menekankan bahwa seluruh proyek strategis nasional harus betul-betul dimonitor, diawasi, dan juga dipastikan pelaksanaannya di lapangan termasuk untuk mengetahui perkembangan dan hambatan proyek-proyek yang dilaksanakan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H