H-10 Lebaran, Menteri PU Stop Proyek Jalan dan Jembatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, memberikan keterangan terkait runtuhnya jembatan di daerah Pangandaran, 10 Oktober 2016. TEMPO/Grandy Aji

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, memberikan keterangan terkait runtuhnya jembatan di daerah Pangandaran, 10 Oktober 2016. TEMPO/Grandy Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pada H-10 lebaran seluruh pekerjaan pembangunan dan perbaikan jalan dan jembatan akan dihentikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan digunakan oleh para pemudik.

    “Kementerian PUPR juga akan menerjunkan kembali tim khusus untuk mengecek kesiapan jalan nasional dua minggu sebelum lebaran,” ujar Basuki dalam siaran resmi Kementerian PUPR, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca: Hadapi Macet Mudik, Ada Jalur Alternatif Tol Grinsing

    Basuki mengatakan pada libur panjang lalu, telah memantau perkembangan persiapan infrastruktur jalan, perkembangan empat flyover di Kabupaten Brebes dan Tegal, serta jalan tol dari Pejagan hingga Semarang yang akan mulai dibuka sebelum lebaran. Kementerian PUPR bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah berupaya keras agar jalan tol Trans Jawa sepanjang 115 Km mulai dari Pintu Tol Brebes Timur (Brexit) hingga Waleri dapat fungsional dilalui pada H-10 untuk memperlancar arus mudik lebaran 2017.

    Jalan tol akan difungsikan satu arah dari Jakarta ke sampai Weleri, demikian juga saat arus balik. “Kementerian PUPR terus mengupayakan agar jalan tol yang bisa dilalui pemudik tidak hanya sampai Weleri tetapi hingga Ngaliyan, Semarang. Walaupun saat ini, di Kendal masih terdapat lahan yang belum tuntas dibebaskan,” tuturnya.

    Saat ini kondisi jalan tol tersebut berupa perkerasan beton tipis (lean concrete) yang dapat dilewati dengan kecepatan 40-50 kilometer per jam, disertai pengamanan penuh, dukungan pencahayaan yang cukup, rambu-rambu dan perbaikan akses keluar menuju jalan arteri kabupaten.

    Baca: Mudik Lebaran 2017, Pemerintah Janji Jalur Pantura Mulus

    Sebanyak 7 tempat istirahat sementara juga akan disiapkan yakni di ruas Tol Pejagan-Pemalang berada di KM 296A, 311A dan 303A, Pejagan-Pemalang di KM 341+600A dan KM 367+200A dan Batang-Semarang disiapkan di KM 402A dan 448A. Dengan berfungsinya jalan tol tersebut, arus mudik sudah melewati kemacetan di Kota Tegal, Kota Pekalongan dan Kota Batang, termasuk kawasan Alas Roban yang kerap memicu kemacetan parah.

    Selain itu, pembangunan empat flyover perlintasan sebidang pada rel kereta api juga tengah dilakukan yang ditargetkan bisa difungsikan pertengahan Juni 2017 sehingga membantu mengurangi kemacetan terutama pemudik yang menuju selatan seperti ke arah Purwokerto - Yogyakarta.

    Dalam menghadapi arus mudik, Kementerian PUPR juga menyiapkan berbagai pendukung, yakni menyiagakan alat berat pada daerah rawan longsor dan tim gerak cepat untuk menutup lubang-lubang baru dan disaster relief unit (tanggap darurat bencana). Rencananya hasil penelurusan Kementerian PUPR di Pantura dan Tol Trans Jawa akan dibawa ke Rapat Koordinasi pada 15 Mei mendatang.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.