Sri Mulyani: CSR Jangan Jadi Alat Menyenangkan Pejabat BUMN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, berbicara dengan Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso saat akan sesi foto International Monetary Fund (IMF) Governors di rapat musim semi World Bank/IMF, Washington, 22 APril April 2017. AP/Jose Luis Magana

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, berbicara dengan Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso saat akan sesi foto International Monetary Fund (IMF) Governors di rapat musim semi World Bank/IMF, Washington, 22 APril April 2017. AP/Jose Luis Magana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuka Dhawa Fest yang digelar rutin setiap tahun. Dhawa Fest biasanya digelar menjelang bulan puasa.

    Sri Mulyani berharap festival tersebut bisa benar-benar berguna bagi masyarakat. "Bazar ini saya harapkan tidak hanya bisa dinikmati berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan barang baik di lokasi yang baik dan kualitas yang baik," katanya, Rabu, 3 Mei 2017.

    Sri Mulyani mengatakan Dhawa Fest bisa menjadi media untuk mengapresiasi produk Indonesia. Selain itu, pengunjung dan penjual dapat membangun jaringan dan bersilaturahmi melalui festival tersebut.

    Baca: Kunjungi AS, Sri Mulyani Pelajari Kebijakan Donald Trump

    Sri Mulyani juga menyadari banyaknya sponsor dari program CSR perusahaan BUMN. Dia berharap penyaluran dana CSR dapat benar-benar dirasakan masyarakat. "Tidak seharusnya CSR menjadi alat menyenangkan para pejabatnya," ujarnya.

    Sejak pagi, aula Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan sudah penuh sesak. Tempat yang biasanya sepi itu dipenuhi manusia dan ratusan stan.

    Dhawa Fest diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan. Ketua Panitia Dhawa Fest Wiwiek Suryo Utomo mengatakan festival tersebut rutin digelar setiap tahun. Biasanya, festival berlangsung menjelang Ramadan. "Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran," ucapnya saat ditemui, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca: Kasus BLBI, Sri Mulyani Minta Penegak Hukum Kejar Obligor Nakal

    Wiwiek mengatakan Dhawa Fest tahun ini diikuti 186 pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM) di bawah binaan corporate social responsibility (CSR) beberapa lembaga dan perusahaan pelat merah. Sebagian dari mereka menampilkan pakaian dan kain bermotif khas Indonesia, seperti kain khas Sukabumi dan Bali. Tidak hanya pakaian untuk dewasa, pengunjung juga dapat membeli pakaian untuk anak.

    Selain pakaian, beberapa stan menjajakan makanan dan minuman. Makanan yang dijajakan beragam mulai kopi, keripik olahan, hingga sambal. Stan lain menjajakan aksesoris, seperti kalung dan bros.

    Nia Widiyati, 36 tahun, merupakan salah satu penyewa stan di festival tersebut, yang menjajakan aksesoris. Nia sudah dua kali mengikuti Dhawa Fest. "Saya tertarik kembali berpartisipasi karena hasilnya lumayan," tuturnya.

    Nia mengatakan festival tersebut ramai didatangi pengunjung. Barang dagangannya banyak yang laku terjual. Ia berharap kali ini festival tersebut juga ramai seperti tahun lalu. Dhawa Fest digelar pada 3-5 Mei 2017 untuk umum.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?