Indonesia Rangking Ketiga Wisata Muslim Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat wisatawan mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed, di Abu Dhabi, UEA. Pengunjung selain agama Muslim diperbolehkan mengunjungi masjid ini dengan mengikuti sejumlah peraturan yang ada. Wikimedia.org/Sean Mendis

    Suasana saat wisatawan mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed, di Abu Dhabi, UEA. Pengunjung selain agama Muslim diperbolehkan mengunjungi masjid ini dengan mengikuti sejumlah peraturan yang ada. Wikimedia.org/Sean Mendis

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia naik satu peringkat ke posisi tiga sebagai tujuan wisata muslim di dunia pada tahun ini. Hal tersebut didasarkan atas studi Indeks Wisata Muslim Global (Global Muslim Travel Index/GMTI) yang dirilis Mastercard-CrescentRating 2017.

    Baca: Indonesia Duduki Posisi ke-4 Destinasi Wisata Muslim Dunia Tahun 2016

    Selama dua tahun berturut-turut, Indonesia mampu meningkatkan posisi secara signifikan dalam pasar wisata muslim secara global. "Indonesia telah menanamkan investasi yang besar terhadap sektor pariwisata, khususnya bagi wisman muslim. Hal ini tercermin dari kinerja Indonesia yang dicapai selama dua tahun terakhir," kata Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip, di Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca: Genjot Wisatawan Muslim, Thailand Perkenalkan Wisata Halal

    Indeks GMTI, yang mencakup 130 destinasi, menunjukkan sejumlah destinasi non-Kerja Sama Islam (OKI) di Asia berhasil meningkatkan posisi.

    Hal ini merupakan hasil bersama untuk senantiasa menyesuaikan layanan mereka dalam melayani serta memikat wisatawan muslim. Tahun lalu, GMTI menjadikan Indonesia negara keempat terpopuler yang dikunjungi wisatawan muslim dunia. Indonesia di posisi keempat setelah Turki, Uni Emirat Arab, dan Malaysia. Negeri Jiran menduduki posisi pertama.

    Malaysia mencatat sekitar 6 juta wisatawan muslim. Sedangkan Indonesia sepanjang 2015 mendatangkan 1,3-2 juta wisatawan muslim. Jumlah ini diperkirakan akan terus tumbuh dari tahun ke tahun.

    GMTI memperkirakan total wisatawan muslim yang berkunjung ke berbagai negara mencapai 117 juta jiwa. Pada 2020, angka kunjungan tersebut diprediksi bakal meningkat 10 persen atau 168 juta wisatawan muslim.

    Indonesia memiliki banyak kesempatan mendongkrak kunjungan wisatawan muslim. Apalagi Indonesia memiliki banyak destinasi beragam dari Sabang sampai Merauke. Syaratnya hanya berupa sertifikasi dan literasi kehalalan makanan Indonesia.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan potensi pasar wisatawan muslim sangat besar di dunia. Pihaknya berencana meningkatkan jumlah wisatawan muslim yang masuk ke Indonesia. "Siapa yang memberi pelayanan terbaik ke pelanggan pasti akan memenangkan pasar," tuturnya.

    GMTI 2016 merupakan lembaga penelitian komprehensif, yang mencatat pertumbuhan wisatawan muslim di dunia. GMTI menganalisis dan meneliti di 130 destinasi wisata di dunia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.