Kakao Raih Penghargaan dan Sertifikasi Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakao yang sudah kering setelah dijemur di Desa Gantarang Keke, Sulawesi Selatan, 8 Mei 2015. Indonesia merupakan negara produsen kako terbesar ketiga di dunia. REUTERS/Yusuf Ahmad

    Kakao yang sudah kering setelah dijemur di Desa Gantarang Keke, Sulawesi Selatan, 8 Mei 2015. Indonesia merupakan negara produsen kako terbesar ketiga di dunia. REUTERS/Yusuf Ahmad

    TEMPO.CO, Negara - Produk kakao fermentasi dari Kabupaten Jembrana, Bali, mendapatkan penghargaan dari lembaga sertifikasi internasional, yakni Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan Lembaga Pengawasan Uni Eropa (UE) sebagai pengakuan kualitas produknya, kata Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

    "Sertifikat internasional ini harus dipertahankan dengan menjaga kualitas dan kuantitas, agar produk kakao dari Jembrana tetap bermutu baik," katanya di Negara, Selasa, 2 Mei 2017.

    Menurut dia, mutu yang baik akan membuat masyarakat dunia percaya dengan kakao Jembrana, namun harus pula dilakukan secara bersama-sama oleh petani setempat.

    "Para petani kakao harus sering saling berkomunikasi untuk menjaga kualitas produk kakao. Suatu daerah akan dikenal memiliki produk pertanian yang bagus, jika seluruh petani sepakat menjaganya," katanya.

    Ia juga mengemukakan, karena sudah diakui lembaga internasional, seperti United State Department of Agriculture (USDA) dan Control Union of European Union (EU), maka  akan membuat produk kakao fermentasi Jembrana diburu pembeli.

    Oleh karena itu, ia pun menyatakan, hal itu jangan sampai membuat petani berbuat curang hanya untuk mengejar keuntungan.

    Ia mencontohkan pada masa keemasan vanili di Kabupaten Jembrana sehingga harganya tinggi, dan membuat beberapa oknum menyuntikkan pasir ke produk pertanian itu untuk meningkatkan bobot dan mendapatkan keuntungan lebih besar.

    "Jangan ada oknum yang ingin cepat kaya, tapi mengorbankan petani lainnya dan membuat citra produk kakao Jembrana yang sudah bagus menjadi jelek," katanya.

    Kakao yang berkualitas, dikemukakannya, rata-rata dihasilkan dari sistem pertanian organik, yang saat ini dari 35 subak abian (kelompok petani khas Bali) di Kabupaten Jembrana baru 16 yang dinyatakan lolos sertifikasi organik.

    Ia pun berharap, jumlah petani yang mendapatkan sertifikat organik dapat meningkat setiap tahun, sehingga dalam beberapa tahun ke depan dapat membuat sistem penanaman kakao organik sudah dilakukan seluruh petani.

    Direktur Yayasan Kalimajari Agung Widiastuti, yang selama enam tahun lembaganya mendampingi petani kakao di Kabupaten Jembrana, menilai bahwa meningkatnya kualitas kakao di daerah ini dipengaruhi sistem pertanian organik yang diterapkan petani.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.