Kepala BPS Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto (tengah) menyampaikan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, 7 November 2016. Tempo/Fajar Pebrianto

    Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto (tengah) menyampaikan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, 7 November 2016. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan kondisi ekonomi Indonesia tahun ini masih menjanjikan. Perekonomian nasional dinilai tidak begitu terpengaruh oleh situasi ekonomi global yang diperkirakan tumbuh tidak setinggi yang diharapkan.

    "Ada kenaikan harga komoditas meskipun kita perlu waspada terhadap masalah eksternal," kata Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, dalam konferensi persnya di Kantor BPS, Jakarta, Selasa, 2 Mei 2017.

    Baca:  Pertumbuhan Ekonomi Membaik Didukung 3 Faktor Ini

    Menurut Kecuk, pemerintah harus memperhatikan pertumbuhan ekonomi Cina. Dengan komposisi ekspor ke Cina yang mencapai 25 persen, ekonomi Indonesia akan terpengaruh apabila ekonomi Cina melambat. "Tapi saya yakin 2017 lebih
    bagus dari 2016," katanya.

    BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 mencapai 5,02 persen. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan tahun  2015 yang hanya mencapai 4,88 persen.

    Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen. Adapun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2017 berada di kisaran
    5,1-5,3 persen.

    Sebelumnya  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2017 lebih baik dibanding proyeksi. Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi pada kuartal I hanya
    tumbuh 4,99 persen.

    "Pertumbuhannya tidak terlalu ambisius, tapi, ya, masih tinggi. Rasanya mendekati 5,1 persen," katanya dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2016 di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Kamis, 27 April 2017.

    Simak: Di Depan Pebisnis Hong Kong Jokowi Pamer Keberhasilan Reformasi 

    Menurut Darmin, pada kuartal I, harga komoditas ekspor, terutama hasil perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit, membaik. "Itu akan ditransmisikan menjadi kenaikan penghasilan di Sumatera, Kalimantan, dan pulau lain," ucapnya.

    Dengan begitu, Darmin menilai pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I adalah peran ekspor dan impor yang lebih positif serta konsumsi yang relatif membaik. "Ada satu lagi. Tahun lalu, panen bergeser ke kuartal II. Tahun ini,
    panen balik ke kuartal I," ujarnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.