Maret 2017, Cina Dominasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan domestik dan mancanegara melepas tukik jenis Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea) di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, Aceh, 18 Maret 2017. Wisatawan melepas puluhan anak penyu jenis Lekang ke habitatnya. ANTARA/Irwansyah Putra

    Wisatawan domestik dan mancanegara melepas tukik jenis Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea) di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, Aceh, 18 Maret 2017. Wisatawan melepas puluhan anak penyu jenis Lekang ke habitatnya. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Maret 2017 didominasi oleh wisatawan dari Cina. Menurut data BPS, wisatawan mancanegara (wisman) dari Cina mencapai 140.975 orang atau 14,5 persen dari total jumlah wisman yang datang ke Indonesia.

    "Menurut kebangsaan tidak banyak berubah. Jumlah terbesar berasal dari Tiongkok (Cina)," kata Kepala BPS Suhariyanto alias Kecuk dalam konferensi persnya di Kantor BPS, Jakarta, Selasa, 2 Mei 2017.

    Baca: Tarif Baru Taksi Online Bisa Dorong Inflasi Bulan Ini

    Berdasarkan data BPS, jumlah wisman dari Cina pada Maret 2017 naik dibanding Maret 2016 yang mencapai 94.220 orang. Pada Maret 2016, jumlah wisman dari Cina juga hanya menduduki posisi terbesar ketiga di bawah Singapura dan Malaysia dengan komposisi 11,7 persen.

    Pada Maret 2017, jumlah wisman dari Singapura dan Malaysia mencapai 128.376 orang dan 117.255 orang. Jumlah wisman dari Singapura menurun dibanding Maret 2016 yang sebesar 130.796 orang. Adapun jumlah wisman dari Malaysia naik dari Maret 2016 yang sebesar 107.253 orang.

    Baca: BPS: Inflasi 2016 Sentuh Angka 3,02 Persen

    Adapun wisman lain yang termasuk dalam lima besar adalah wisman dari Australia dan Jepang. Pada Maret 2017, wisman dari Australia memiliki komposisi 9,1 persen atau 88.202 orang dan wisman dari Jepang memiliki komposisi 4,8 persen atau 43.853 orang.

    Ke depan, Kecuk mengatakan bahwa pemerintah harus mampu menarik wisman dari negara-negara selain kelima negara tersebut. "Dengan promosi lebih gencar. Tidak hanya destinasi wisata yang selama ini sudah terkenal seperti Bali tapi juga spot-spot lainnya," ujar Kecuk.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.