Dolar Amerika Menguat, Rupiah Terancam Menciut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsyah, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistyo membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 6 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsyah, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistyo membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 6 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.COJakarta - Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memprediksi rupiah berpeluang melanjutkan pelemahan. Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran support Rp 13.348 dan resisten Rp 13.269. 

    Reza mengatakan rupiah masih kesulitan melawan laju dolar Amerika yang bergerak positif. "Diharapkan rilis data-data ekonomi di awal pekan ini dapat membuat rupiah bertahan dari potensi pelemahan lanjutannya," katanya seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Mei 2017. 

    Baca: Pelemahan Dolar Masih Jadi Sentimen Positif Laju Rupiah

    Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis sejumlah data perekonomian per April 2017. Data tersebut antara lain inflasi, indeks data perdagangan besar, serta perkembangan nilai tukar petani dan harga gabah. BPS juga akan mengumumkan perkembangan pariwisata dan transportasi pada Maret 2017. 

    Baca: Aksi 313 Tak Pengaruhi Laju IHSG dan Rupiah

    Akhir pekan lalu, Jumat, 28 April 2017, dolar bergerak positif sehingga menekan rupiah ke zona merah. Permintaan terhadap dolar meningkat seiring dengan laju euro yang masih melemah. Euro tertahan pasca-pengumuman European Central Bank (ECB) yang memutuskan mempertahankan kebijakan moneternya. 

    Penguatan dolar Amerika juga ditopang menurunnya permintaan terhadap yen Jepang. Penurunan permintaan dipicu libur Golden Week di Jepang. Kondisi tersebut menyebabkan rupiah berakhir di zona merah pada perdagangan akhir pekan lalu. Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,11 persen ke Rp 13.329 per dolar Amerika. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.