Presiden Jokowi Bertemu Li Ka-Shing, Menteri Retno Beberkan Misi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dalam sesi plenary KTT ASEAN, Sabtu, 29 April 2017, di Manila, Filipina. Foto/Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo dalam sesi plenary KTT ASEAN, Sabtu, 29 April 2017, di Manila, Filipina. Foto/Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Hong Kong - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Li Ka-Shing, pemilik CK Hutchison Holdings Limited di Hotel Conrad Hong Kong.

    CK Hutchison Holdings merupakan salah satu perusahaan operator terminal kontainer terbesar di dunia yang telah berinvestasi di Indonesia sebesar US$10 miliar.

    Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Joko Widodo saat pertemuan berlangsung, melalui siaran resmi, Senin, 1 Mei 2017.

    "CK Hutchison Holdings Limited merupakan salah satu perusahaan terbesar yang terdaftar pada Bursa Saham Hong Kong," ujar Retno.

    Retno menjelaskan, bahwa CK Hutchison Holdings Limited memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi luar biasa. Oleh sebab itu, Li Ka-Shing menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia.

    "Terdapat komitmen untuk meningkatkan investasi di Indonesia," ungkap Retno.

    Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara juga menjelaskan sejumlah rencana pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

    Presiden Jokowi, tuturnya, juga menyinggung topik reformasi ekonomi yang dilakoni oleh Indonesia.

    "Presiden juga menjelaskan mengenai rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia," kata Menlu.

    Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

     BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.