Laba Bersih Waskita Karya Melonjak 219,39 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT. Waskitakarya (Persero) Tbk. M. Choliq. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Direktur Utama PT. Waskitakarya (Persero) Tbk. M. Choliq. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih secara signifikan pada kuartal pertama 2017.

    Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, laba emiten berkode saham WSKT tersebut meningkat 219,39 persen menjadi Rp 406,62 miliar. Sebelumnya pada kuartal I 2016, perseroan mencatatkan laba bersih Rp 127,31 miliar.

    Baca: Waskita Karya Targetkan Laba Bersih Rp 3,5 Triliun Tahun Ini

    Sejalan dengan kenaikan laba, pendapatan perusahaan juga naik 132,57 persen dibanding periode sama tahun lalu, dari Rp 3,07 triliun menjadi Rp 7,14 triliun.

    Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengatakan kenaikan tersebut ditopang oleh upaya perusahaan yang semakin agresif dalam menjalankan bisnis di sektor pengembangan proyek jalan tol. "Kontrak baru yang diraih perusahaan hingga akhir Maret 2017 sebesar Rp 11,65 triliun dari target perusahaan sebesar Rp 80 triliun," ucapnya.

    Choliq berujar, pengembangan proyek pembangunan jalan tol berhasil mendongkrak arus kas perusahaan. Bahkan sebagian dana hasil penjualan tol digunakan untuk kebutuhan tambahan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini.

    Adapun tahun ini Waskita telah menganggarkan capex sebesar Rp 32 triliun. Total tol yang dapat dijual tahun ini sepanjang 300 kilometer dengan nilai Rp 30 triliun. Dalam ruas tol tersebut, rata-rata perseroan memegang saham mayoritas.

    Simak: 2017, Waskita Karya Siapkan Belanja Modal Rp 32 triliun

    Hingga saat ini, total aset Waskita sebesar Rp 68,46 triliun, meningkat 11,46 persen dibanding kuartal I 2016 sebesar Rp 61,42. Adapun ekuitas perusahaan yang pada kuartal I mencapai Rp 20,2 triliun, meningkat 20,95 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 16,7 triliun.

    DESTRIANITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!