KTT ASEAN, Kadin Indonesia dan Filipina Teken 12 MoU

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersalaman dengan Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani (kiri) disaksikan Kepala BKPM Thomas Lembong (kedua kiri), sementara Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (kanan) bersalaman dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (ketiga kanan) disaksikan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kanan) usai membuka Business Summit dalam rangkaian KTT IORA ke-20 tahun 2017 di JCC, Jakarta, 6 Maret 2017. ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Rosa Panggabean

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersalaman dengan Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani (kiri) disaksikan Kepala BKPM Thomas Lembong (kedua kiri), sementara Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (kanan) bersalaman dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (ketiga kanan) disaksikan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kanan) usai membuka Business Summit dalam rangkaian KTT IORA ke-20 tahun 2017 di JCC, Jakarta, 6 Maret 2017. ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-30 di Manila, Filipina. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadi bagian dari delegasi dalam kunjungan Presiden ke Filipina dari tanggal 28-
    30 April 2017.

    Dalam kunjungan tersebut, delegasi Kadin  Indonesia melakukan dialog bisnis dengan pelaku usaha setempat melalui  pertemuan Business Forum yang berlangsung di Conrad Hotel, Manila- Filipina pagi tadi. Ketua Umum Kadin  Indonesia
    Rosan. P Roeslani mengatakan ada 12 penandatangan MoU antara pelaku usaha Indonesia dengan  Filipina.

    Baca: Bertolak ke Filipina, Jokowi Bertemu Duterte dan Ikut KTT ASEAN

    Rosan mengatakan penandatanganan MoU pagi tadi melibatkan pelaku usaha yang bergerak dibidang properti, farmasi, infrakstruktur, manufaktur, pariwisata, distribusi dan produk konsumen. "Kira- kira total nilai investasinya USD 300 juta,” ucapnya  dalam pesan tertulis, Senin, 1 Mei 2017.

    Wakil Ketua Umum Kadin  bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan selain penandatangan MOU antara pelaku usaha dua negara, Kadin juga telah menandatangani MoU dengan Kadin Filipina, Phillipines Chamber of Commerce and Industry (PCCI). “Intinya penandatangan ini untuk peningkatan kerja sama  serta
    saling memberikan informasi terkait trade barriers antara dua negara,” katanya.

    Kadin juga  mengunjungi gerai Alfamart di Manila yang baru dibuka. Menurut Shinta, KADIN mendukung penuh pengembangan merek Indonesia di pasar ASEAN. Tahun ini Alfamart rencananya akan ekspasi hingga 400 gerai di Filipina. “Ekspansi merek Indonesia khususnya ke Filipina  akan memperluas jangkauan terhadap produk-produk Indonesia khususnya produk UKM,” kata Shinta.

    Agenda lain  kali ini juga untuk memberikan dukungan atas rencana dibukanya  jalur transportasi dengan kapal roll-on/roll-off (Roro) Davao-General Santos-Bitung (PP) yang dinilai akan meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Filipina.

    Simak: Jokowi Bakal Tekankan Soal Kerakyatan di KTT ASEAN

    Rosan mengatakan jalur tersebut merupakan salah satu rute prioritas dalam jalur ASEAN Roro Network Project. Dibukanya jalur Roro Davao - General Santos - Bitung membawa keuntungan tersendiri bagi peningkatan perdagangan kedua negara,
    khususnya bagi Kawasan Timur Indonesia.

    Dengan  pembukaan akses tersebut maka menuju Filiphina akan menjadi semakin mudah melalui pelabuhan Bitung bagi komoditas dan produk dari Kawasan Timur Indonesia, demikian halnya dari Mindanao. “Selain itu biaya shipping menjadi lebih murah dan waktu pelayaran pun lebih singkat. Para pelaku usaha dari kedua negara juga sudah mulai mengidentifikasi berbagai komoditas dan produk-produk yang bisa diekspor maupun diimpor,” kata Rosan.

    Filipina merupakan mitra dagang ke-11 terbesar Indonesia dengan total perdagangan kedua negara mencapai USD 3,51 miliar pada 2015. Pada 2016, perdagangan antara dua negara mencapai USD 4,9 miliar dengan rata- rata pertumbuhan nilai perdagangan 6,3 persen dalam lima tahun terakhir.

    DESTRIANITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.