IHSG Pekan Ini Diperkirakan Menguat Terbatas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Performa Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pekan ini diperkirakan akan berada pada kisaran level support di 5.620-5.653 dan resisten 5.735-5.754, dibandingkan pekan sebelumnya di level support 5.600-5.632 dan resisten 5.675-5.689.

    Menurut Kepala Riset Bina Artha Securities Reza Priyambada, tren pergerakan indeks masih menunjukkan adanya peluang kenaikan, namun penguatan itu mulai terbatas. Itu menyebabkan pembalikan arah melemah rentan terjadi jika sentimen yang ada tidak terlalu mendukung.

    “Dengan demikian, kenaikan ini masih harus kembali diuji ketahanannya seiring masih minimnya sentimen positif. Termasuk jika nantinya dirilis data ekonomi dari dalam negeri juga diperhatikan imbasnya,” kata Reza Priyambada dalam pesan tertulisnya, Senin, 1 Mei 2017.

    Baca: BEI Catat Transaksi Asing Rp 4 Trilun dalam Sepekan

    Pergerakan IHSG di pekan kemarin kembali menguat hingga 0,37 persen 5.685,29 poin, seiring masih terjaganya aksi beli pasar meski juga diimbangi dengan adanya aksi jual sebagian pelaku pasar.

    Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan indeks dengan masuk pada saham-saham berkapitalisasi besar khususnya yang telah merilis kinerjanya bertumbuh di atas ekspektasi pasar. Di sisi lain, berbalik menguatnya laju rupiah meski tipis dan sentimen tambahan dari tercapainya kerjasama investasi antara Indonesia dan AS turut mewarnai positifnya laju IHSG.

    Namun gerakan anomali kembali terjadi yang membuat laju IHSG sempat bergerak melemah dibandingkan pergerakan bursa saham global yang mayoritas bergerak di zona hijau. Pelaku pasar, khususnya lokal, memanfaatkan penguatan sebelumnya untuk aksi ambil untung.

    Baca: Akhir Pekan, IHSG Turun 21,73 Poin ke Level 5.685,30

    Positifnya sentimen dari pasar saham global setelah laju sejumlah indeks saham AS berhasil mencetak rekor terbarunya membuat pelaku pasar kembali menambah posisi. "Masih bertahannya transaksi asing untuk nett buy, rilis kinerja para emiten yang kami nilai sudah lebih baik dari sebelumnya, dan kembali menguatnya laju Rupiah turut menambah sentimen positif," katanya.

    Sepanjang pekan kemarin, investor asing mencatatkan aksi beli bersih mencapai Rp 4,09 triliun dari pekan sebelumnya nett buy Rp 2,44 triliun.

    Reza menambahkan, beberapa saham pilihan yang dapat menjadi pertimbangan bagi investor untuk pekan ini antara lain:

    -INDY Trading sell jika 865 gagal bertahan. Support 820-840. Resisten 935-1010
    -PNBN Trading buy selama bertahan di atas 905. Support 890-900. Resisten 950-965
    -HRUM Trading buy selama bertahan di atas 2550. Support 2520-2530. Resisten 2620-2650
    -AKRA Trading buy selama bertahan di atas 6675. Support 6600-6650. Resisten 6850-6975
    -BBNI Trading buy selama bertahan di atas 6300. Support 6250-6275. Resisten 6425-6500

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.