Jelang Ramadhan, Karimun Antisipasi Kenaikan Harga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    Konsumen membeli daging ayam dengan harganya yang naik kembali menjadi Rp 42.000 per kg, tiga jam sebelum para pedagang ayam mogok berjualan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 20 Agustus 2015. Sejumlah pedagang ayam di daerah Jawa Barat sepakat mogok berdagang beberapa hari setelah harga ayam terus meroket sepanjang Agustus. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Karimun - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyiapkan sejumlah langkah antispasi terhadap kenaikan harga sembako menjelang Ramadhan 1438 Hijriah.

    "Salah satu langkah yang kita siapkan yaitu memperbanyak bazar murah dan melakukan operasi pasar," kata Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun, Senin, 1 Mei 2017.

    Ia mengharapkan langkah terrsebut menekan harga sembako agar tidak mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat selama Bulan Puasa.

    "Dengan adanya bazar nanti, secara tidak langsung akan menekan harga di pasar-pasar, khususnya harga sembako," kata dia.

    Selain itu, pihaknya akan memantau kondisi harga untuk memastikan tidak ada kenaikan di luar batas kewajaran, yaitu dengan melakukan inspeksi mendadak di pasar.

    Mengenai operasi pasar, kata dia, akan dilakukan pada awal dan akhir Ramadhan.

    Menurut dia, kondisi harga sembako pada waktu tersebut diperkirakan mengalami kenaikan, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur.

    "Kita perkirakan awal dan akhir Ramadhan harga merangkak naik. Ini yang akan kita tekan dan awasi. Naik boleh saja sesuai hukum pasar, tapi tidak boleh semena-mena demi mencari keuntungan sepihak," katanya.

    Operasi pasar itu, katanya, akan dilaksanakan di beberapa tempat berdekatan dengan pasar tradisional.

    "Begitu juga yang di pulau-pulau, nanti akan kita laksanakan juga operasi pasar," kata pria yang pernah menjabat Kabag Humas Sekretaris Daerah Pemkab Karimun tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.