Sekarat, Menteri Basuki Revitalisasi Empat Danau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Rawapening dipotret dari atas kereta wisata yang berangkat dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang, Semarang, Jateng, 28 Desember 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    Pemandangan Rawapening dipotret dari atas kereta wisata yang berangkat dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang, Semarang, Jateng, 28 Desember 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Gorontalo -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah berfokus merevitalisasi danau di Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan ada empat danau yang sedang ditangani.

    "Ada danau Rawa Pening, danau Limboto, danau Tempe, danau Toba yang tengah kami tangani serius. Danau Rawa Pening kemarin kondisinya sama dengan Danau Limboto," ujarnya usai melakukan tinjauan di Danau Limboto, Minggu, 30 April 2017.

    Baca: 4 Hektare Danau Wisata Kedung Maor Rusak akibat Longsor

    Danau Limboto yang merupakan salah satu danau alam memiliki kapasitas besar. Saat ini kondisinya sebagian besar tertutup oleh eceng gondok.

    Menurut Basoeki, pemeliharaan dan revitalisasi danau terbilang lebih mudah dibanding dengan pembangunan bendungan yang kerap kali terkendala pembebasan lahan.

    Baca: Pendaki Gunung Rinjani Ditemukan Tewas di Pemandian Air Panas

    "Kami tengah bangun 49 bendungan. Tidak gampang. Ini ada bendungan alam seperti ini harus dipelihara agar tidak mati," tuturnya.

    Untuk membersihkan eceng gondok dan pengerukan, akan didatangkan 4 alat pembersih eceng gondok yakni aquatic weed harvester yang per unitnya senilai Rp 3,2 miliar.

    "Bersihkan eceng gondok dan sedimentasi. supaya hidup danaunya. Kalau didiamkan pasti mati. Apa yang akan dilakukan adalah perpanjang umur danau," ucapnya.

    Apabila danau bersih, lanjutnya, danau juga dapat menarik para wisatawan. "Kita selalu menggumi danau punya negara lain. Jadi sekarang kita bersihkan danau dan kagumi punya sendiri," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.