Turunkan Biaya Logistik, Kementerian BUMN Kaji Satu Harga CHC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat container di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 27 Agustus 2015. Tujuh langkah pembenahan itu diharapkan mampu mengurangi waktu bongkar muat menjadi 2-2,5 hari. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas bongkar muat container di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 27 Agustus 2015. Tujuh langkah pembenahan itu diharapkan mampu mengurangi waktu bongkar muat menjadi 2-2,5 hari. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bogor- Kementerian Badan Usaha Milik Negara atasu BUMN tengah mengkaji program satu harga untuk layanan bongkar muat kontainer ekspor impor atau container handling charges (CHC). Saat ini, CHC di Pelabuhan Tanjung Priok, misalnya, mencapai sekitar US$ 83 per kontainer.

    "Sekarang, CHC di tiap pelabuhan (Pelindo I-IV) berbeda-beda. Kita lagi siapkan untuk membuat ini satu harga. Kita mau bersaing dengan Singapura dan negara tetangga lainnya," kata Pontas Tambunan, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN kepada wartawan di Wikasatrian, Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, 28 April 2017.

    Pontas mengungkapkan, ide satu harga untuk CHC tersebut datang karena terdapat keluhan dari para pengguna jasa pelabuhan. "Dikatakan bahwa kita mahal. Karena itu, kami siapkan satu harga. Kami harapkan bisa turun‎ 5-7 persen biaya CHC-nya," tuturnya.

    Setelah CHC satu harga tersebut diterapkan, Pontas mengatakan, kementeriannya akan membuat satu paket harga atau one packet price untuk layanan bongkar muat kontainer dari turun sampai keluar. "Dengan begitu, diharapkan biaya produksi bisa turun," ujar Pontas.

    Namun, Pontas menyatakan bahwa program tersebut tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh Kementerian BUMN. Menurut dia, pihaknya akan berbicara dengan Kementerian Perhubungan dan juga pengusaha sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

    Pontas pun tak khawatir pendapatan Pelindo tergerus dengan penerapan CHC satu harga itu. Menurut dia, akan terdapat tambahan service level agreement. "Dengan pricing policy dan service level agreement, perputaran barang yang menjadi kalkulasi hitungan profit meningkat."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.