5 TOD Dibangun 2017, Menteri Rini: Ada Rusun Warga Tak Mampu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno berencana membangun lima proyek berbasis transit oriented development (TOD) tahun ini. Namun, Rini enggan membocorkan di mana saja proyek-proyek tersebut akan dibangun.

    "Tahun ini, kami harapkan TOD ada lima. Saya nggak mau ngasih tau di mananya. Entar aja," kata Rini dalam media gathering Kementerian BUMN di Wikasatrian, Bogor, Sabtu, 29 April 2017.

    Namun, Rini menuturkan, proyek-proyek tersebut akan dibangun di Jabodetabek. Dia pun sudah memiliki rencana di titik-titik mana saja proyek TOD itu akan dibangun. "Dikembangkan pertokoan dan rumah susun. Dengan begitu, KAI bisa dapat income tambahan," tuturnya.

    Baca: 25 BUMN Merugi di Triwulan I 2017, Menteri Rini: Itu Biasa  

    Di beberapa tempat, Rini ingin membangun rumah susun sederhana. Rumah susun tersebut, kata dia, tak hanya ditujukan bagi masyarakat berpendapatan rendah tetapi juga masyarakat berpendapatan tidak tetap. "Di beberapa titik kami harap dalam dua minggu ini akan mulai dibangun," ujarnya.

    Bulan ini, Perum Perumnas bersama PT Kereta Api Indonesia berencana menggelar groundbreaking proyek hunian vertikal dengan konsep transit oriented development (TOD) di dua stasiun kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Dua stasiun itu adalah Pondok Cina di Depok dan Tanjung Barat di Jakarta Selatan.

    Selain itu, Perum Perumnas dan PT KAI juga telah bersepakat untuk mengembangkan hunian vertikal dengan konsep TOD di Stasiun Bogor. Rencananya, sebanyak 3.600 unit bakal dibangun di Stasiun Bogor di lahan seluas 42 ribu meter persegi.

    Adapun di Stasiun Tanjung Barat bakal dibangun 860 unit di lahan seluas 10.450 meter persegi dan di Stasiun Pondok Cina akan dibangun 520 unit di tanah seluas 5.539 meter persegi. Perumnas menaksir, investasi tiga hunian vertikal di atas lahan milik KAI itu mencapai Rp 3 triliun.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?