Pastikan Keselamatan Angkutan Lebaran, BPTJ Cek Bus di 7 Terminal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan di Terminal Pulo Gadung, saat bus Angkutan Lebaran menunggu calon pemudik, Jakarta, 30 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    Kepadatan di Terminal Pulo Gadung, saat bus Angkutan Lebaran menunggu calon pemudik, Jakarta, 30 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan bakal memantau kondisi angkutan Lebaran 2017 di 7 terminal utama. "Tujuh terminal tersebut di antaranya Kalideres, Kampung Rambutan, Pulogebang, Baranangsiang, Poris Plawad, Bekasi, dan Kalijaya Cikarang," kata Sekretaris BPTJ, Firdaus Komarno melalui siaran pers pada Jumat, 28 April 2017.

    Dia mengatakan kesiapan sarana angkutan AKAP di wilayah Jabodetabek dapat dilaporkan sebanyak 7.519 unit. Jumlah itu terdiri dari 6.275 armada AKAP reguler, 765 armada bantuan bus kota, dan 479 armada bantuan bus pariwisata. 

    Baca:  Angkutan Lebaran, PT KAI Daops 1 Siapkan 67 Kereta Harian 

    Semua tersebut menurut Firdaus akan dicek kelaikannya secara sensus satu per satu. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan angkutan Lebaran 2017 dan kenyamanan para pemudik nanti. “Setidaknya kita sebagai regulator wajib membuat para pemudik merasa nyaman dan yakin armada yang digunakannya laik.”

    Selain itu, dia juga mengawasi pemberlakuan tarif apakah sudah sesuai ketentuan atau belum. “Jangan sampai terulang kejadian seperti tahun lalu, ada tiket yang naik sampai 200 persen,” ujar Firdaus.

    Baca:  PT KAI Putuskan Masa Angkutan Lebaran 2017 Selama 22 Hari

    Selama masa pengawasan ini, jika ada armada yang tidak laik menurut Firdaus akan diberi waktu bagi para pengusaha otobus untuk memperbaikinya. “Akan tetapi, nanti pada masa angkutan Lebaran, jika ada yang tidak laik maka tidak boleh berangkat,” tegas Firdaus.

    BPTJ juga menyatakan bahwa pada masa Angkutan Lebaran, terminal harus berfungsi sebagaimana fungsinya. Fasilitas untuk kenyamanan penumpang harus benar-benar diperhatikan. Selain itu, fasilitas untuk para pengemudi seperti ruang istirahat juga harus disiapkan di setiap terminal. Hal ini untuk memberi waktu bagi para pengemudi untuk istirahat agar tetap segar dalam memberi pelayanan dan tidak kelelahan.

    Bagi para pemudik yang menggunakan bus, Firdaus menghimbau agar naik bus dari terminal. Hal ini untuk menghindari adanya tindakan kejahatan yang sering kali marak di musim angkutan lebaran. Menurut Firdaus naik bus dari Terminal relatif lebih aman karena ada pengawasannya.

    Firdaus juga meminta agar para pemudik nanti tidak naik dari terminal bayangan. BPTJ menurut Firdaus akan berkoordinasi dengan Dishub dan kepolisian dalam mengawasi pelaksanaannya nanti.

    Menurut Firdaus kesiapan angkutan lebaran juga dilakukan pada stasiun kereta api. Di antaranya Gambir, Pasar Senen, Jakarta Kota, Tanah Abang, Jatinegara, Tanjung Priok, dan Manggarai. Selain itu, dia juga menyiapkan enam terminal bus bantuan. Di antaranya Tanjung Priok, Rawamangun, Muara Angke, Grogol, Lebak Bulus, dan Pinang Ranti. 

    "Kalau mudik melalui angkutan laut kesiapannya ada di Pelabuhan Tanjung Priok dan penyeberangan pada Kali Adem, Rawa Saban, dan Muara Gembong," tuturnya. Sarana lainnya yakni dua bandar udara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Dan dua gerbang tol yakni Cikarang Utama dan Ciawi.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!