May Day, 1.500 Buruh di Yogyakarta Gelar Aneka Kegiatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 1.500 buruh dari berbagai perusahaan di Kota Yogyakarta akan ikut ambil bagian dalam peringatan Hari Buruh Sedunia alias May Day, 1 Mei nanti, yang akan digelar di kompleks Balai Kota Yogyakarta.

    "Tahun ini, tema yang diangkat adalah May Day is Happy Day. Kami berharap, peringatan Hari Buruh ini membawa kebahagiaan dan kegembiraan bagi para pekerja," kata Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Lucy Irawati, di Yogyakarta, Jumat, 28 April 2017.

    Sejumlah kegiatan yang akan digelar di antaranya adalah senam pagi bersama dilanjutkan dengan jalan sehat dengan rute Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Melati Wetan, menuju Stadion Mandala Krida, Jalan Kenari dan finis di Balai Kota Yogyakarta.

    Total jarak yang akan ditempuh sekitar 3,5 kilometer. "Harapannya, buruh bisa menikmati kegiatan ini dan memperoleh banyak manfaat positif. Mereka bisa saling tukar pikiran," katanya.

    Meskipun demikian, dia menyadari jika tidak semua buruh atau karyawan dapat ambil bagian dalam peringatan Hari Buruh tersebut karena kebetulan bertepatan dengan libur panjang akhir pekan.

    "Di Kota Yogyakarta, ada banyak hotel yang justru menerima banyak tamu pada saat libur panjang akhir pekan. Ada sebagian karyawan yang tetap masuk pada saat peringatan Hari Buruh," katanya.

    Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, kata dia, akan memonitor perusahaan yang mempekerjakan karyawan pada saat Hari Buruh.

    "Pemantauan dilakukan secara sampling untuk memastikan bahwa karyawan tersebut diberi upah lembur, bukan upah pada hari biasa," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.