IHSG Menguat, ke Level 5.715,08 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 28 April 2017, dibuka menguat sebesar 8,05 poin atau 0,14 persen menjadi 5.715,08 poin seiring optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi nasional yang positif.

    Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 2,02 poin (0,21 persen) menjadi 948,11 poin.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, mengatakan di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi pasar saham, setidaknya optimisme investor terhadap pengelolaan ekonomi di Indonesia masih memberi harapan sehingga IHSG kembali menguat. "Sentimen fundamental ekonomi nasional yang baik menjadi katalis positif bagi IHSG," katanya.

    Ia menambahkan, kinerja perekonomian Indonesia tahun ini diharapkan tumbuh, setelah aktivitas ekonomi banyak terjadi di kuartal pertama 2017. Sinyal itu tercermin pada kinerja perbankan pada kuartal I 2017 yang menggeliat.

    "Dalam periode itu tercatat kredit perbankan tumbuh 9,2 persen, atau lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 8,7 persen. Kondisi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

    Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, aliran dana asing yang masih terus berlangsung masuk turut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang IHSG untuk menguat. "Namun jika terjadi koreksi maka investor dapat memanfaatkan situasi itu untuk melakukan akumulasi beli," katanya.

    Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 39,57 poin (0,21 persen) ke 19.212,30, indeks Hang Seng melemah 63,03 poin (0,26 persen) ke 24.635,45, dan Straits Times menguat 1,48 poin (0,03 persen) posisi 3.171,43.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.