Gandeng Rosneft, Pertamina Bangun Kilang Minyak di Tuban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri), Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kedua kanan) meninjau pengoperasian Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. Produksi kilang minyak ini dapat mencapai 61 ribu barel per hari. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri), Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kedua kanan) meninjau pengoperasian Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. Produksi kilang minyak ini dapat mencapai 61 ribu barel per hari. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah menetapkan kota Tuban sebagi lokasi pembangunan kilang minyak baru. Pembangunan kilang baru yang akan ditangani PT Pertamina (Persero) ini dimaksudkan untuk mewujudkan target swasembada bahan bakar minyak.

    Kilang minyak baru ini menempati lahan enam desa, yakni  Desa Rawasan, Mentoso, Wadung, Remen, Kaliuntu, dan Beji Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Proyek tersebut hasil kerja sama antara Pertamina dengan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft Oil Company. Pembangunan kilang ini harus terus disinergikan dengan Pemerinah Daerah Kabupaten Tuban.

    Baca: Ini Alasan Saudi Aramco Pilih Investasi di Kilang Cilacap

    Seperti diketahui,  untuk mewujudkan target pemerintah ini Pertamina  telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan  kapasitas produksi empat kilang minyak. Yakni  RU V Balikpapan, RU VI Balongan, RU IV Cilacap, RU II Dumai dan
    membangun dua kilang minyak baru di Tuban, Jawa Timur dan Bontang, Kalimantan Timur.

    Terkait pembangunan kilang, Bupati Tuban, Fathul Huda mengapresiasi keputusan Pertamina yang memilih Tuban sebagai lokasi kilang minyak baru. Pemerintah Kabupaten Tuban serta masyarakat dari 6 desa di sekitar lokasi kilang minyak mendukung pembangunan mega proyek kilang minyak baru di Tuban. "Ini merupakan mega proyek strategis bagi bangsa dan masyarakat Indonesia dalam mewjudkan swasembada bahan bakar minyak,”ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat 28 April 2017.

    Menurut Fathul Huda, pembangunan kilang minyak baru akan membawa dampak positif bagi perekonomian  Kabupaten Tuban. Efek ganda akan dirasakan oleh masyarakat, mulai dari pembangunan hingga beroperasinya kilang minyak termegah dan termodern di kawasan Asia.

    Pada saat pembangunan kilang minyak, dampak ekonomi yang dirasakan adalah terbukanya peluang kesempatan kerja bagi masyarakat. Tenaga kerja yang dibutuhkan selama pembangunan kilang minyak baru tentu memiliki jumlah yang signifikan. Fathul Huda berharap Pertamina memprioritaskan  masyarakat di sekitar lokasi pembangunan kilang minyak sehingga bisa mengurangi pengangguran.

    Fathul Huda menambahkan efek ganda yang juga akan dirasakan oleh masyarakat adalah terbukanya peluang usaha bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan para tenaga kerja.
    “Sentra-sentra ekonomi akan tumbuh di sekitar lokasi kilang minyak.

    Baca: Tekan Impor, Pertamina Tingkatkan Operasi Kilang Minyak

    Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan,  Pertamina akan memberikan bea siswa dan pelatihan bagi para pelajar di Tuban. “Diharapkan, nantinya, akan ada tenaga trampil di bidang perminyakan dari Tuban”, ujar
    Fathul Huda.

    Selama ini pendapatan masyarakat di Tuban didominasi dengan pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan. Dengan dibangunnya Kilang Minyak, maka akan ada pergeseran budaya. "Hal ini  merupakan tantangan sekaligus peluang bagi
    kemajuan masyarakat Tuban," ucap Fathul Huda.

    SETIAWAN ADIWIJAYA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.