Jembatan Timbang Balonggandu Karawang akan Dioperasikan Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) meninjau jalan tol akses Pelabuhan Tanjung Priok usai peresmiannya di Jakarta, 15 April 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) meninjau jalan tol akses Pelabuhan Tanjung Priok usai peresmiannya di Jakarta, 15 April 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Karawang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau jembatan timbang Balonggandu, Karawang, Kamis, 27 April 2017. Jembatan tersebut sudah enam bulan tak beroperasi dan akan diaktifkan kembali.

    Budi mengatakan aktivasi jembatan timbang diharapkan bisa mengontrol berat kendaraan hingga jalanan tak kelebihan beban. Selama ini, Budi mengatakan jalan cepat rusak.

    Baca: Pemerintah Targetkan 25 Jembatan Timbang Segera Beroperasi  

    Ia mengatakan lokasi jembatan timbang Balonggandu strategis sehingga dipilih untuk diaktifkan kembali. Jembatan dilalui kendaraan dari wilayah Jawa menuju Jakarta. "Ini saja sudah menyelamatkan sekitar 100 kilo jalan," kata dia di Karawang, Kamis, 27 April 2017.

    Budi menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki fasilitas di Balonggandu. Ia mengaku bersemangat saat berkomunikasi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

    Baca: Tutup Jembatan Timbang, Jawa Tengah Kehilangan Rp 10 Miliar  

    "Menteri PUPR merasa jalan kami didzalimi karena beban tidak sesuai sehingga biaya maintenance tinggi sekali. Uang negara dihambur-hamburkan karena kami tidak disiplin," ujarnya.

    Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pengelolaan jembatan timbang bisa menghemat anggaran negara untuk perbaikan jalan. "Kerusakan di jalan itu hitungannya pangkat empat," kata dia. Jalan yang dibuat untuk 10 tahun bisa rusak hanya dalam waktu dua tahun.

    Arie mengatakan anggaran reservasi setahun sebesar Rp 20 triliun. Dengan pengelolaan jembatan timbang, sekitar 50 persen dana tersebut bisa dihemat. Selain membebani jalanan, kendaraan yang kelebihan muatan bisa berbahaya untuk keselamatan. Arie mengatakan kendaraan cenderung berjalan lambat dengan muatan yang banyak. Laju yang lambat bisa mengganggu kendaraan lain sehingga menimbulkan macet.

    "Saat pindah jalur juga itu potensi kecelakaan yang sangat besar," kata Arie.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).